Jakarta, Suara-Publik.com - Dunia pendidikan di negeri ini nampaknya semakin kacau saja. Ditengah
upaya untuk memperbaiki citra pendidikan kita yang sudah sangat
memprihatinkan, salah satu sekolah elit di kawasan jl. Hibrida Raya 10,
Kelapa Gading, Jakarta Utara, SMPK 4 Yayasan BPK Penabur justru
dikabarkan melakukan tindakan yang tidak terpuji.
Salah seorang guru pengajar di SMPK 4 Penabur berinisial MS mengaku mendapat perlakuan yang kurang menyenangkan dari salah seorang pengurus di yayasan tersebut.
Kepada wartawan, MS memperdengarkan bukti-bukti rekaman saat ia dibentak-bentak dan diintimidasi oleh salah seorang pengurus yayasan bernama Adi Kaligis.
Dalam rekaman pertemuan dengan pengurus yayasan, Adi Kaligis juga melakukan tindakan intimidasi dan memaksa MS untuk mengakui bahwa MS ingin menjatuhkan kepemimpinan Kepala Sekolah SMPK 4 Yayasan BPK Penabur. "Saya juga dipaksa untuk menandatangani surat pengunduran diri dari Yayasan", ujar MS sedih.
Lebih jauh MS juga mengaku trauma dengan tindakan yang dilakukan Adi Kaligis yang terkesan semena-mena dan ingin memutar balikkan fakta yang sebenarnya.
Akibat tindakan Adi Kaligis tersebut, sampai saat ini nasib MS menjadi terkatung-katung. Gaji MS selama beberapa bulan belakangan ini juga belum dibayar oleh pihak yayasan.
Tak hanya itu, berawal dari perbuatan tidak menyenangkan yang dilakukan Adi Kaligis, ternyata berbuntut tindakan yang lebih parah.
MS dan keluarganya mengaku mendapat ancaman dari lima orang oknum berpakaian seragam lengkap yang mengaku sebagai anggota TNI pada hari Sabtu (18/2) sekitar pukul 09.30 Wib.
"Pada saat kejadian, saya dan suami saya sedang tidak berada di rumah. Jadi pembantu rumah tangga kami yang menemui mereka", ujar MS yang langsung diiyakan oleh LR, pembantu di rumah MS.
Di tempat yang sama, Gunadi, saudara MS juga mengatakan bahwa sehari sebelum kejadian pengancaman, ia menerima telepon dari seseorang yang mengaku bernama Riki.
Menurut Gunadi, si penelepon tersebut (Riki) mengaku sebagai saudara pengacara terkenal, OC Kaligis.
Menurut Gunadi, si penelepon tersebut mengaku sebagai adik kandung OC Kaligis dan langsung mengancam akan memukuli suami MS.
"Bilangin sama pak Jaya (suami MS). Kalo ketemu di jalan, nanti kami gebukin dia", ancam si penelepon seperti ditirukan oleh Gunadi.
Sementara itu, Jaya, suami dari MS mengungkapkan bahwa ke lima orang bayaran berseragam anggota TNI tersebut di duga sebagai orang bayaran dari salah seorang pengurus yayasan SMPK 4 Penabur bernama Adi Kaligis yang beberapa waktu lalu sempat di tegur oleh Jaya karena membentak-bentak istrinya (MS).
Tak hanya itu, Jaya juga mengungkapkan bahwa pada saat SMPK 4 Yayasan BPK Penabur Jakarta (Kelapa Gading, red) akan menggelar kegiatan Retret untuk para siswa-siswinya, beberapa oknum pengurus yayasan juga di duga melakukan kongkalikong untuk me mark up pengajuan dana untuk pembelian asesoris berupa kaos dan pernak-pernik lain seperti gelang tangan dan lain sebagainya.
"Karena istri saya mengajar mata pelajaran agama, maka dia tidak mau berbuat curang seperti yang diperintahkan oleh salah seorang panitia kegiatan retret. Dan dikarenakan istri saya menolok perintah untuk berbuat curang tersebut, maka istri saya pun terkesan akan disingkirkan dari sekolah elit tersebut. Hal ini harus segera disikapi. Karena di sekolah tersebut sudah ada jaringan yang hanya ingin menggerogoti dana-dana yayasan", papar Jaya, sembari menunjukkan bukti-bukti mark up anggaran yang dilakukan pengurus yayasan BPK Penabur.
Dari data yang ditunjukkan Jaya dan MS, berkas pengajuan rekanan yang di duga telah di mark up dan ditujukan kepada Nathanael DS itu, tertulis spesifikasi pemesanan barang berupa kaos retret berbahan C59 berukurad S, M, L, XL, Full separasi sebanyak 300 pcs dihargai Rp 50.000,- per pcs dan gelang dengan bahan silikom hitam MBOS sebanyak 300 pcs dihargai sebesar Rp 10.000,- per pcs.
Jika biasanya penawaran terendah dengan spesifikasi barang yang diperlukan sama, menjadi pilihan, namun yang terjadi di yayasan penabur Jakarta justru sebaliknya. Penawaran termahal lah yang dipilih oleh panitia kegiatan retret.
Sebagai perbandingan, spesifikasi yang ditawarkan oleh sebuah perusahaan yang bergerak di bidang garment yang berlokasi di pasar pagi mangga dua, diketahui bahwa harga kaos dengan spesifikasi yang sama seperti di sebut diatas, berani memberikan penawaran harga sebesar Rp 25.000,- per pcs. Sementara untuk harga gelang juga ada yang mengajukan penawaran Rp 2.000- per pcs. Namun pengajuan ini justru ditolak dan panitia memilih pengajuan harga yang lebih mahal.
"Saya curiga ada upaya mark up dan upaya kongkalikong dari panitia untuk menggerogoti dana di SMPK 4 Yayasan BPK Penabur", duga Jaya saat ditemui dikediamannya, di Perumahan Taman Arcadia Mediterania, Tapos, Depok.(ferry sn) Foto: BPKPenabur
Salah seorang guru pengajar di SMPK 4 Penabur berinisial MS mengaku mendapat perlakuan yang kurang menyenangkan dari salah seorang pengurus di yayasan tersebut.
Kepada wartawan, MS memperdengarkan bukti-bukti rekaman saat ia dibentak-bentak dan diintimidasi oleh salah seorang pengurus yayasan bernama Adi Kaligis.
Dalam rekaman pertemuan dengan pengurus yayasan, Adi Kaligis juga melakukan tindakan intimidasi dan memaksa MS untuk mengakui bahwa MS ingin menjatuhkan kepemimpinan Kepala Sekolah SMPK 4 Yayasan BPK Penabur. "Saya juga dipaksa untuk menandatangani surat pengunduran diri dari Yayasan", ujar MS sedih.
Lebih jauh MS juga mengaku trauma dengan tindakan yang dilakukan Adi Kaligis yang terkesan semena-mena dan ingin memutar balikkan fakta yang sebenarnya.
Akibat tindakan Adi Kaligis tersebut, sampai saat ini nasib MS menjadi terkatung-katung. Gaji MS selama beberapa bulan belakangan ini juga belum dibayar oleh pihak yayasan.
Tak hanya itu, berawal dari perbuatan tidak menyenangkan yang dilakukan Adi Kaligis, ternyata berbuntut tindakan yang lebih parah.
MS dan keluarganya mengaku mendapat ancaman dari lima orang oknum berpakaian seragam lengkap yang mengaku sebagai anggota TNI pada hari Sabtu (18/2) sekitar pukul 09.30 Wib.
"Pada saat kejadian, saya dan suami saya sedang tidak berada di rumah. Jadi pembantu rumah tangga kami yang menemui mereka", ujar MS yang langsung diiyakan oleh LR, pembantu di rumah MS.
Di tempat yang sama, Gunadi, saudara MS juga mengatakan bahwa sehari sebelum kejadian pengancaman, ia menerima telepon dari seseorang yang mengaku bernama Riki.
Menurut Gunadi, si penelepon tersebut (Riki) mengaku sebagai saudara pengacara terkenal, OC Kaligis.
Menurut Gunadi, si penelepon tersebut mengaku sebagai adik kandung OC Kaligis dan langsung mengancam akan memukuli suami MS.
"Bilangin sama pak Jaya (suami MS). Kalo ketemu di jalan, nanti kami gebukin dia", ancam si penelepon seperti ditirukan oleh Gunadi.
Sementara itu, Jaya, suami dari MS mengungkapkan bahwa ke lima orang bayaran berseragam anggota TNI tersebut di duga sebagai orang bayaran dari salah seorang pengurus yayasan SMPK 4 Penabur bernama Adi Kaligis yang beberapa waktu lalu sempat di tegur oleh Jaya karena membentak-bentak istrinya (MS).
Tak hanya itu, Jaya juga mengungkapkan bahwa pada saat SMPK 4 Yayasan BPK Penabur Jakarta (Kelapa Gading, red) akan menggelar kegiatan Retret untuk para siswa-siswinya, beberapa oknum pengurus yayasan juga di duga melakukan kongkalikong untuk me mark up pengajuan dana untuk pembelian asesoris berupa kaos dan pernak-pernik lain seperti gelang tangan dan lain sebagainya.
"Karena istri saya mengajar mata pelajaran agama, maka dia tidak mau berbuat curang seperti yang diperintahkan oleh salah seorang panitia kegiatan retret. Dan dikarenakan istri saya menolok perintah untuk berbuat curang tersebut, maka istri saya pun terkesan akan disingkirkan dari sekolah elit tersebut. Hal ini harus segera disikapi. Karena di sekolah tersebut sudah ada jaringan yang hanya ingin menggerogoti dana-dana yayasan", papar Jaya, sembari menunjukkan bukti-bukti mark up anggaran yang dilakukan pengurus yayasan BPK Penabur.
Dari data yang ditunjukkan Jaya dan MS, berkas pengajuan rekanan yang di duga telah di mark up dan ditujukan kepada Nathanael DS itu, tertulis spesifikasi pemesanan barang berupa kaos retret berbahan C59 berukurad S, M, L, XL, Full separasi sebanyak 300 pcs dihargai Rp 50.000,- per pcs dan gelang dengan bahan silikom hitam MBOS sebanyak 300 pcs dihargai sebesar Rp 10.000,- per pcs.
Jika biasanya penawaran terendah dengan spesifikasi barang yang diperlukan sama, menjadi pilihan, namun yang terjadi di yayasan penabur Jakarta justru sebaliknya. Penawaran termahal lah yang dipilih oleh panitia kegiatan retret.
Sebagai perbandingan, spesifikasi yang ditawarkan oleh sebuah perusahaan yang bergerak di bidang garment yang berlokasi di pasar pagi mangga dua, diketahui bahwa harga kaos dengan spesifikasi yang sama seperti di sebut diatas, berani memberikan penawaran harga sebesar Rp 25.000,- per pcs. Sementara untuk harga gelang juga ada yang mengajukan penawaran Rp 2.000- per pcs. Namun pengajuan ini justru ditolak dan panitia memilih pengajuan harga yang lebih mahal.
"Saya curiga ada upaya mark up dan upaya kongkalikong dari panitia untuk menggerogoti dana di SMPK 4 Yayasan BPK Penabur", duga Jaya saat ditemui dikediamannya, di Perumahan Taman Arcadia Mediterania, Tapos, Depok.(ferry sn) Foto: BPKPenabur
Editor : Pak RW