Pendidikan di Bondowoso Memprihatinkan.
BONDOWOSO, Suara Publik – Pendidikan dikabupaten Bondowoso akhir-akhir ini sangat memprihatinkan disemua sektor, padahal anggaran untuk pendidikan tahun 2012 yang mencapai Rp.490 miliar masih belum maksimal,bahkan tidak hanya itu, termasuk masalah biaya pendidikan yang yang semakin sulit dijangkau oleh rakyat miskin, walaupun sudah ada dana BOS, namun dana itupun tidak cukup membantu para murid karena dana itu telah digunakan ke hal-hal yang kurang jelas alokasinya oleh pelaksana sekolah.
Selain itu,banyaknya sarana sekolah seperti gedung juga kurang mendapat perhatian dari pemerintah kabupaten terutama dalam hal ini Dinas Pendidikan dan kebuyaan Bondowoso. Kendati demikian, pihak Dinas pendidikan dan kebudayaan baru perhatian setelah melihat gedung sekolah mau ambruk, seperti yang terjadi di sekolah dasar Negeri Jebung Lor 1 kecamatan Tlogosari.
Sedikitnya 88 murid sekolah dasar Jebung Lor 1 harus waspada karena takut gedung sekolah ambruk dan roboh, sebab kondisi bangunan sekolah sedang memprihatinkan, akibatnya kondisi belajar mengajar menjadi terganggu sehingga siswa kurang maksimal dalam menyerap pelajaran dari guru.
Seperti yang diungkapkan oleh salah satu wali murid kepada sejumlah wartawan. Dirinya mengaku dan prihatin kepada anaknya yang sedang belajar karena tidak maksimal, pasalnya gedung sekolah yang ditempatai anaknya mau roboh, padahal kondisi bangunan yang seperti itu sudah beberapa tahun yang lalu.
”Sepertinya pemerintah kabupaten tidak memperhatikan keselamatan anak-anak kami, jika misalnya gedung sekolah itu ambruk menimpa anak-anaka kami, siapa yang mau bertanggung jawab” kata ibu yang enggan disebut namanya dikoran.
Menurut Anang Sandiono.SPd, mengaku bahwa untuk lembaga pendidikan SDN Jebung Lor 1,sajak tahun 2007 memang kondisi gedung dari mulai kelas IV hingga kelas V juga termasuk ruang kantor sudah seperti itu, dan harus diberi penyanggah bambu,”kami hanya kawatir karena kondisi temboknya miring ke selatan.dan kondisi ini sangat membahayakan keselamatan siswa kami apalagi pada musim hujan” Kata KS yang didampingi Sulis Mardiani ini.
Memang, kata Anang, gedung ini pernah direhab yang berupa tambal sulam yang berupa atap, sedangkan gedungnya tidak pernah diapa-apakan, hanya dilakukan pengecatan. “dampak dari kondisi gedung yang mau ambruk ini para siswa kurang optimal dalam menerima pelajaran, namun kami tetap waspada” ujarnya.
Dijelaskan, bahwa pihaknya telah beberapa kali membuat pengajuan kepada Dinas Pendidikan Kabupaten agar gedung sekolah SDN Jebung Lor 1 ini, namun sampai saat ini belum ada tanggapan.”kami hanya berharap kepada Pemerintah Kabupaten Bondowoso agar sekolah kami mendapat prioritas, karena kondisinya sangat memprihatinkan.” Pungkasnya. (her)
Editor : Pak RW