Menjaga kebersihan air sungai untuk keperluan hidup sehari-hari ternyata tidak gampang. Salah satunya dengan cara melakukan sidak patroli air, dengan maksud untuk memberikan efek jera dan mengajak peduli akan kelestarian lingkungan, terutama kebersihan air sungai.
SURABAYA (suara-publik.com)- Sidak patroli air yang kerap dilakukan, mulai membuahkan hasil. Terbukti, sidak gabungan yang terdiri BLH Jatim, LH Surabaya, Sidoarjo, Gresik, PJT, dan Kader Lingkungan, serta diblow-up oleh beberapa media, tidak menemukan masalah serius.
Didik Harimuko, Ketua Garda Lingkungan mengatakan kepada suara-publik.com (Suara Publik Grup) bahwa menjaga kebersihan airsungai untuk mengarah pada nol persen sangat tidak mungkin. “Tapi minimal kita mengusahakan untuk mengajak semua warga agar peduli dan meningkatkan kesadaran mejaga kebersihan air sungai,” jelas Didik.
Dikatakan Didik, sekitar lima industri yang diduga membuang limbah. Kelima industri itu yakni PT Mount Dreams Indonesia (MDI), PT Adiprima Suraprinta (AS), PT Mitra Saruta Indonesia (MSI), UD Sumber Agung (SA), dan PT Miwon (MW).Masih Didik, diketahui MDI dan AS membuang limbah. MDI diambil sampelnya pada pukul 11.40 WIB. Dari hasil sampel limbah cair yang diujikan di lokasi diketahui kadar pH 7,22 dengan suhu 29,80C. “AS yang membuang limbah pada pukul 12.30 WIB, kadar pH mencapai 7,98 dengan suhu 35,10C,” akunya.
Namun Didik mengakui, kondisi limbah MDI sudah cukup bagus. Bahkan ia sempat mengetahui sendiri MDI membangun IPAL dengan kapasitas lebih besar, agar pengolahan limbahnya lebih optimal. Sedangkan AS, dari hasil sampel beberapa kali sidak, limbahnya masih normal. “Karena saat sidak keduanya diketahui membuang, maka kami tetap ambil sampelnya untuk diujikan,” tuturnya.
Kelompok lainnya dikomandoi Pengawas Kali Surabaya dari Perum Jasa Tirta I, Ainur Rochim. Kelompok ini berhasil mengambil sampel limbah SA pukul 11.12 WIB dengan kadar pH 7,37 dan suhu 31,40C. MW diketahui membuang limbah dan diambil sampel limbahnya pada pukul 12.05 WIB degan kadar pH 8,27 dan suhu 310C.Sementara kelompok yang menggunakan jalur darat dengan dua mobil berhasil menjaring MSI dengan mebambil dua sampel limbah. Sampel limbah pertama diambil dari bak akhir IPAL (Instalasi Pengolahan Air Limbah) pukul 13.30 WIB. Limbah yang berwarna putih bening ini memiliki kadar pH 7,67 dan suhu 350C. Sedangkan sampel limbah kedua pukul 13.35 WIB dari saluran akhir pembuangan yang mengarah ke sungai. Dari titik kedua itu diketahui pH limbah 6,29 dan suhu 34,60C.
Koordinator Tim Patroli Air Terpadu Jatim, Imam Rochani mengatakan, dengan membagi tim patroli menjadi tiga kelompok, hasil perolehan lebih maksimal. “Dengan membagi jadi tiga kelompok, tim bisa memantau dalam waktu yang bersamaan, baik di sungai dari sisi hulu dan hilir, serta dari sisi darat,” tandasnya.
Imam menambahkan, selain lima industri itu, kelompok ketiga dari jalur darat juga memantau dua industri lain, yakni PT Sinar Sosro dan PT Pelita Mekar Semesta. Dari hasil pantauan dilokasi, keduanya telah memiliki dan mengelola IPAL nya dengan baik. “Secara kasat mata, limbah keduanya (Sosro dan Pelita) sudah cukup bagus, sehingga tim tidak mengambil sampel limbahnya. Namun tim akan terus memantau keduanya,” pungkasnya (ono) foto: Tim Patroli
Editor : Pak RW