Jakarta, Suara-Publik.com - Peristiwa tawuran antar pelajar yang menewaskan dua siswa sekolah
menengah atas di Jakarta beberapa waktu lalu masih menjadi sorotan.
Adanya hal tersebut tak dapat dipungkiri, peristiwa tawuran pelajar di
DKI Jakarta memang masih cukup tinggi. Berdasarkan data Pusat
Pengendalian Gangguan Sosial DKI Jakarta, pelajar SD, SMP, dan SMA,
yang terlibat tawuran mencapai 0,08 persen atau sekitar 1.318 siswa
dari total 1.647.835 siswa di DKI Jakarta. Bahkan, 26 siswa diantaranya
dikabarkan meninggal dunia. Tawuran tersebut tidak hanya menimbulkan
korban jiwa saja, melainkan banyak pelajar yang terpaksa harus
dipenjara. Tawuran juga membawa dampak sosial, yaitu meresahkan
masyarakat dan menimbulkan kerugian material seperti rusaknya sejumlah
fasilitas umum, bahkan angkutan umum dan pribadipun tidak luput menjadi
sasaran.
Menanggapi maraknya aksi tawuran pelajar itu, Kapolsek Pancoran
Kompol Lendy A SH MM MH disela-sela acara Lomba Sekolah Sehat (UKS)
mengatakan, pihaknya merasa prihatin atas rentetan peristiwa itu.
Menurutnya, kesalahan itu tak bisa dilempar ke pihak manapun, melainkan
seluruh pihak terkait sudah seharusnya mengambil langkah tegas untuk
antisipasi dan pencegahannya. Lendy juga menegaskan, persoalan
perkelahian pelajar tidak hanya tanggung jawab kepolisian, akan tetapi
juga melibatkan seluruh lembaga yang terkait termasuk peranan orang tua.
Untuk itu, pihaknya bersama Camat Pancoran akan mengadakan pertemuan
dengan mengundang para Kepala Sekolah, Wali-Murid, juga Komite Sekolah
yang ada, untuk duduk bersama membicarakan dan mencari solusi sebagai
langkah antisipasi atas fenomena tersebut.
" Kita akan mengundang dan mengumpulkan pihak-pihak terkait, seperti
Orang Tua Murid dan para Kepsek untuk duduk bersama membicarakan dan
mencari solusi sebagai langkah antisipasi atas fenomena tersebut. Agar
dapat terselenggara dengan baik, tentunya kami juga akan bekerja sama
dengan pihak Kecamatan dan unsur-unsur terkait lainnya..," pungkas
Kapolsek yg dikenal tegas namun bersahaja itu. (Goesti)
Editor : Pak RW