Motode Dakwah Kyai Lawang Mudah Dimengerti

suara-publik.com

Kyai Sjaichul Ghulam, Pengasuh Ponpes Hasbunallah di Jl. Tegal Rejo, Desa Ketindan, Lawang-Malang, mempunyai cara tersendiri dalam mensyiarkan islam. Kyai yang lebih akrab dipanggil Abi ini menggunakan metode dakwah dengan cara dan bahasa yang lebih merakyat, sehingga dengan mudah diterima oleh semua golongan.

Cara itu misalnya dengan menyajikan pertunjukan Wayang Kulit dan Ludruk, namun dengan tetap mengutamakan syiar Islam. Hal ini dilakukan lantaran sebagaian besar masyarakat Lawang dan sekitarnya adalah orang Jawa. Selain itu, Ponpes Hasbunallah juga menyediakan sarana olah raga dan penyalur bakat seni bagi kaum remaja.

“Tidak hanya itu, dalam setiap kegiatan pengajian rutin seperti pada malam Jumat Manis atau pengajian yang lain, Abi selalu menyisipkan tausiah dengan bahasa yang mudah dimengerti, dan dengan guyonannya yang khas,” kata Ustad Achmad Muchlis, salah satu pengurus Ponpes Hasbunallah.

Lanjut Muchlis, rutinitas pengajian di Ponpes Hasbunallah juga tersiar langsung melalui radio pada gelombang 107,4 FM, dengan jangkauan sekitar radius 10 KM. Selain itu juga disiarkan langsung melalui televisi gelombang VHF, dengan jangkauan maksimal hanya sekitar 5 KM. “Tujuannya, agar masyarakat yang berhalangan hadir, secara tidak langsung bisa mendengar atau menonton acara pengajian,” terang ustad yang juga lulusan Sarjana Tehnik ini.

Menurut Muchlis, ponpes yang berdiri di lahan seluas 10,4 hektar ini mempunyai usaha diantaranya warung lesehan, warung kopi, dan kolam pancing. “Hasil dari usaha itu ditambah dari hasil infaq digunakan untuk keperluan ponpes, dan membiayai anak yatim piatu,” jelasnya.  Ditambahkan Muchlis, “Abi menyarankan untuk menggali sumber dana dari potensi yang ada, dan tidak meminta sumbangan,” paparnya.

Didatangi Bule Amerika

Ponpes Hasbunallah pernah kedatangan seorang tamu bernama Shoul, asal Michigan Chicago-Amerika. Shoul menyampaikan rasa kagumnya ketika melihat penampilan Abi (melalui situs di internet) saat membawakan Sholawat Nariyah dengan mengendarai sepeda motor Harley Davidson, dan bergaya preman. Sekarang Shoul sudah mualaf dan namanya diganti menjadi Moh. Sholeh.

Selain Shoul, Ponpes Hasbunallah juga sering kedatangan tamu dari pejabat lokal atau dari pusat. Bahkan sederetan artis terkenal ibu kota juga pernah datang di ponpes yang hawanya cukup sejuk ini. “Namun begitu, Abi tidak penah membedakan siapapun yang datang. Jangankan yang datang muslim, non muslim pun Abi akan welcome,” ujarnya.

Masih Muchlis, “Abi senantiasa menasehati kami agar tidak pernah merasa diri kita lebih baik dari pada orang lain. Dan Abi selalu mengajak kita agar bisa menjadi lebih baik. Khoirunnas An Fauhum linnaas. Artinya, sebaik-baik manusia adalah, manusia yang bermanfaat kepada manusia lain," pungkasnya. foto: Abi memakai jubah putih

 

 

  

 

 

 

Editor : Pak RW

Birokrasi
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru