SURABAYA, Suara Publik - Pasangan suami istri (Pasutri) asal Jalan Bromo, Kepuh Kiriman Waru Sidoarjo menghilang begitu saja bagai ditelan bumi. Pasutri itu bernama, Nasudrin (52) dan Kartinah 49.
Hilangnya pasutri yang mempunyai pekerjaan jual beli mobil itu membuat resah anak perempuannya. Nisa (16) pelajar SMA kelas 1 di Sidoarjo itu sudah mencari kesana kemari namun tidak juga bertemu dengan kedua orang tuanya.
Pelajar yang selama ini tinggal di Brebek 3, Waru Sidoarjo itu kehilangan kontak sejak 12 hari yang lalu. Kali pertama mengetahui jika orang tuanya menghilang pada, Kamis (13/2/2020), ketika Nisa ini curiga kenapa kedua orang tuanya tidak juga pulang.
"Pada saat di telphone, aktif namun tidak ada jawaban dari HP milik bapak," kata Nisa, Senin (24/2/2020).
Keberadaan kedua orang tuanya hilang bagai ditelan bumi, awalnya sang Bapak lebih dulu tidak pulang ke Rumah. Namun menurut Nisa, saat itu bapaknya sempat menelpon ibunya untuk menyusul kesuatu tempat yang tidak diketahui oleh Nisa. "Setelah dua hari Bapak Nelpon ibu dan ibu menyusul, setelah itu saya hilang kontak," tambahnya.
Nisa berharap jika setelah hilangnya kedua orang tuanya ditulis di beberapa media online, kedua orang tuanya dapat ditemukan.
Pelajar itu juga berencana melaporkan kehilangan kedua orang tuanya tersebut ke petugas kepolisian juga melapor ke salah satu radio swasta Nasional di Kota Surabaya.
Sementara, keluarga lain Nisa menyebut jika kedua orang tuanya tersebut saat ini berurusan dengan hukum yakni dengan pihak Kepolisian.
Namun keluarga yang enggan disebut namanya tersebut tidak merinci di Kepolisian mana kedua orang tua Nisa ditahan, sebab pihak Kepolisian belum mengirim surat kepada pihak keluarga. (tom)
Editor : Redaksi