Ery Cahyadi "Dzuriat Sido Sermo" Santri Berbaiat Menangkan.

suara-publik.com
Ket foto : Relawan Er-ji bersama santri NU Sidosermo Lakukan Bai'at Pemenangan Pilwali di Posko Erji di Jl Kutai No. 53 Surabaya

Surabaya, suara-publik.com - Senin(12/10) bertempat di posko pemenangan Eri Cahyadi-Armudji ( Er-Ji) jalan Kutai 53, dilakukan bai'at santri untuk menangkan pasangan Er-Ji. " Eri Cahyadi dzuriyat sidosermo" kata KH Abdul Qosim ketika mengawali bai'at Sambil mengacungkan jari satu yang diikuti seluruh peserta bait.

KH Abdul Qosim melakukan bai'at " Kami bertekad menangkan Eri Cahyadi- Armudji dalam Pemilu Walikota Surabaya. Demi Surabaya yang Relegius" ujar KH Abdul Qosim yang diikuti seluruh peserta.

Tercatat perwakilan MWC Relawan Gus Eri Cahyadi yang ada di Surabaya mengikuti bait. Karena masa pandemi hanya perwakilan tiap kecamatan yang mengikuti bai'at.

Selain itu terlihat beberapa relawan Lia Istifama yang notabene keluarganya Khofifah Indarparawansa, bakal calon walikota yang gagal maju juga ada dilokasi kegiatan.

Sementara itu Abdul Halim koordinator Relawan Gus Eri Cahyadi menyatakan bahwa Surabaya memiliki arti penting bagi Nahdlatul Ulama.

Dikota ini tahun 1926 didirikan organisasi yang menjadi titik awal kebangkitan ulama. " Sidosermo memiliki andil besar lahirnya NU, sekarang ini dzuriyat Sidosermo berlaga dalam Pilwali. Apakah kita harus diam.? Katanya.

Lebih jauh ia mengungkapkan disamping faktor dzuriyat, Eri Cahyadi tercatat telah mengikuti PKP- NU( Pelatihan Kader Penegak Nahdlatul Ulama), bahkan telah mengikuti madrasah NU. "karena kuat NU-nya makanya kita memiliki itikad mendorong Eri Cahyadi maju, bukan cuma itu kita memiliki tekad untuk menangkan Eri Cahyadi" jelasnya.

Sehingga tidak bisa dipungkiri bahwa kemenangan Eri Cahyadi juga kemenangan NU. " Baiat ini dilakukan untuk menjaga semangat dan komitmen para santri" ujarnya

Sesuatu yang tidak bisa dipungkiri bahwa selain kaum santri Surabaya juga menjadi basis yang kuat dari kelompok nasionalis dikota ini tokoh- tokoh nasionalis Indonesia pernah ditempa, seperti Soetomo dan Soekarno. Bahkan Soetomo dimakamkan disurabaya.

Eri Cahyadi yang berdarah NU, menggandeng Armuji yang nasionalis. " Sehingga pasangan ini menjadi perpaduan religius dan nasionalis, demi meneruskan kebaikan Bu Risma, memenangkan Er-Ji adalah wajib." tutupnya mengakhiri pembicaraan dengan media. (Dre)

Editor : Redaksi

Birokrasi
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru