Eri Cahyadi 100 Persen NU, Senang Bersholawat Hingga Lulus Pkpnu dan Mknu.

suara-publik.com
Foto : Eri Cahyadi saat hadiri Sholawatan.

Surabaya, Suara Publik.com - Senin malam (26/10) bertempat di Rungkut Lor 7/27 ada kejadian yang berbeda, tidak seperti biasanya. Dimulut gang berjaga orang berpakaian banser, dengan ramah mempersilahkan siapapun masuk gang. “sepedanya bawa masuk mas, didalam ada tempat parkirannya” ujar penjaga ketika orang melintas.

Didalam gang pun sudah ada puluhan orang berpakaian putih dan berkopyah hitam duduk bersila. Selain itu terlihat satu persatu orang dengan ciri sama masuk dan langsung duduk bersila. Tepat jam sembilan malam terlihat 200-an orang berkumpul disitu.

Abdul Mujib yang akrab disapa Gus Mujib, nampak memperhatikan para peserta. “ iya mas, saya tuan rumah acara ini kalau mau masuk silahkan” ujarnya ramah kepada wartawan. “Bener mas ini acaranya Jamaah Sholawat Nariyah Nahdlatul Ulama (JASNU), kebetulan hari ini acaranya di rumah saya.

Ini acara rutin setiap hari senin, dan giliran disetiap rumah anggota. Silahkan ambil tempat bila tidak mau masuk kumpul sama para kyai” lanjutnya.

Sekitar jam 21.30 acara dimulai, secara khusyuk jamaah mengikuti rangkaian acara demi acara.

Rupanya selain sebagai tuan rumah Gus Mujib tercatat sebagai koordinator JASNU. Tiba ketika mendapat giliran untuk memberikan sambutan, nampak ada kegugupan diwajahnya, seperti ada sesuatu yang membuatnya berubah.

“sebagai tuan rumah saya menghadapi masalah yang pelik” ujarnya membuka sambutannya. “ Setiap anggota JASNU yang mau jadi pemimpin baik itu ketua RT, RW, DPR bahkan Walikota dipersilahkan. Malah harus kita dukung. Malam ini ditengah-tengah kita ada anggota JASNU yakni Mas Eri Cahyadi, yang saat ini sedang bertarung dalam pilwali. Monggo jika mas Eri Berkenan memberikan sambutan” terangnya.

Eri Cahyadi yang sejak awal sudah hadir dan khusyuk mengikuti acara. Mendapat perintah dadakan dari koordinator JASNU, nampak Eri Cahyadi agak canggung . “ saya kesini tidak Ada embel-embel apapun, saya kesini sama seperti peserta lainnya. Kesini untuk sholawatan, saya sebagai anggota JASNU pun sudah menggelar kegiatan seperti ini dirumah saya” ujarnya singkat.

Rupanya Eri Cahyadi enggan mencampur adukan urusan agama dengan politik. Kegiatan yang diikuti 200 orang lebih tidak dimanfaatkannya untuk menyampaikan visi misi atau program kerja, mengingat kegiatan sapa warga yang selama ini dilakoninya. Merujuk protokol kampanye selama wabah covid-19 tidak boleh melebihi 100 orang.

Gus Mujib sendiri mengakui bahwa dirumah Eri Cahyadi, JASNU pernah menggelar acara sholawatan. “ Sudah dua kali, JASNU menggelar acara sholawatan Nariyah dirumah Mas Eri’ jelasnya Ke-NU-an Eri Cahyadi selain ditunjukkan aktif di JASNU, yang notabene sholawatan jadi inti kegiatannya.

Eri Cahyadi tercatat sebagai lulusan Pelatihan Kader Penggerak Nahdlatul Ulama ( PKP-NU). Dimana dalam PKPNU santri didik menjadi kader yang akan menghidupkan dan membesarkan NU.

Mengikuti PKP-NU juga tidak mudah ada seleksi ketat seseorang bisa dikatakan lulus. Selain sudah pernah lulus PKP-NU, Eri Cahyadi tercatat pernah mengikuti Madrasah Kader Nahdlatul Ulama, bahkan seleksi dan materinya pun lebih mendalam dibanding PKP-NU, dan Eri pun lulus.

Ke-NU-annya semakin nyata, terlihat darahnya dari pihak ibu mengalir darah Ponpes Sidosermo. Boleh dikata Eri Cahyadi Dzuriyat Sidosermo. Lantas kurang NU, apalagi Eri cahyadi. (Dre)

Editor : Redaksi

Birokrasi
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru