Sugiarto (40) Pria Depresi Ditemukan Tewas Dalam Bak Mandi

suara-publik.com

SURABAYA-SUARA PUBLIK. Suasana kampung Tembok Dukuh, Bubutan Surabaya, semalam (Selasa, 07/06/2016) gempar. Sebab, warga mendapati seorang pria tewas di rumahnya dalam kondisi kepala tercelup ke dalam bak mandi. Pria itu diketahui bernama Sugiarto (40), tinggal di rumah no. 8, Tembok Dukuh gang I. Dari pemeriksaan awal polisi, tidak ada tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

Jasad korban tersebut ditemukan pertama kali oleh Darianto, kerabat korban sekitar pukul 19.30 Wib. Saat itu, Darianto bermaksud hendak memberikan makanan kepada korban. Namun, saat dipanggil-panggil, korban tidak kunjung menjawabnya. Darisanalah, Darianto akhirnya mencari korban. "Sejak masuk rumahnya, saya mencium bau anyir menyengat. Dan ternyata, dia (korban, red) saya dapati meninggal di dalam bak mandi," kata Darianto, semalam di TKP.

Mendapati itu, Darianto kemudian bergegas memberitahukan kepada warga lain. Praktis, kampung dengan padat penduduk ini geger. Warga pun berkerumun memadati gang sempit menuju rumah korban. Sementara Darianto, langsung menuju Mapolsek Bubutan untuk melaporkan. Sesaat kemudian, Unit Reskrim Polsek Bubutan, Inafis Polrestabes Surabaya dan PMI Kota Surabaya, tiba di TKP.

Dari olah TKP yang dilakukan, korban ditemukan dalam setengah telanjang, dengan kepala berada di dalam bak mandi yang berisi air. "Kami akan tetap membawa jasad korban ke kamar mayat RSU dr Soetomo untuk keperluan visum dan otopsi. Tentunya untuk mengetahui penyebab pasti meninggalnya korban. Tapi dugaan sementara, korban sengaja mengakhiri hidupnya dengan cara seperti itu," sebut Kanit Reskrim Polsek Bubutan, AKP Budi Waluyo.

Mantan KBO Satrekoba Polrestabes Surabaya ini menyebut, selain mengevakuasi jasad korban. Pihaknya juga menemukan kartu berobat atas nama korban. "Dari kartu berobat atas nama korban, diketahui bahwa korban sering berobat rutin di RSJ (rumah sakit jiwa) Menur, Surabaya. Begitu pula dengan keterangan kerabat korban. Memang, korban mengalami stres berat," imbuhnya.

Di TKP, Yanto, paman korban mnegaskan, jika keponakannya (korban, red) tersebut memang depresi (stres) berat semenjak ditinggal kedua orang tuanya meninggal. Semenjak itu, korban hidup sendiri di rumahnya. Korban juga sering marah ketika permintaannya tidak kunjung dituruti oleh para kerabatnya. "Jadi, semua saudarnya, giliran ngasih makan atau keperluan dia. Biar dia tenang. Dan ketika dia (maaf) kumat, pasti kita bawa ke rumah sakit jiwa," tutur pria kurus ini.

Sementara dari pantauan di TKP, kondisi rumah korban memang amburadul. Semua barang yang ada di dalam rumah, terlihat acak-acakan. Warga Tembok Dukuh gang I yang melihat terlihat tidak kuat menahan bau anyir yang keluar dari jasad korban. Semalam juga, jasad korban langsung dibawa ke kamar mayat RSU dr Soetomo untuk keperluan otopsi.(TOM)

Editor : Pak RW

Birokrasi
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru