Jelang Idul Fitri 2026, TPS Pastikan Kelancaran Operasional 

Reporter : Redaksi

SURABAYA, (suara-publik.com) – PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS) memastikan kesiapan operasional menghadapi periode Idul Fitri 1447 H melalui serangkaian langkah antisipatif yang mencakup pengaturan sandar kapal, kesiapan peralatan, penguatan SDM dan koordinasi lintas stakeholder terkait.

TPS menerapkan Berth Allocation Strategy guna mempercepat proses sandar dan bongkar muat, serta mengoptimalkan pemanfaatan Integrated PnC (Planning and Control) sebagai pusat koordinasi operasional. 

Perusahaan juga menyiapkan peralatan bongkar muat, termasuk pengoperasian E‑RTG baru, untuk mendukung kelancaran arus receiving dan delivery. Penguatan kesiapan internal dilakukan melalui optimalisasi tenaga kerja, sarana dan fasilitas, pengaturan traffic control dan penegakan standar keselamatan kerja (HSSE).

Koordinasi intensif dibangun bersama Bea Cukai, Karantina, Kepolisian serta pelaku usaha terkait untuk memastikan layanan terminal tetap berjalan tanpa hambatan sepanjang periode puncak.

Senior Vice President Operasi Terminal, Didik Kurniawan, menyampaikan bahwa kesiapan menyeluruh menjadi kunci kelancaran operasional selama periode Lebaran. “Kami melakukan penataan jadwal sandar, penguatan peralatan serta peningkatan koordinasi dengan seluruh pihak.

Tujuannya jelas, untuk memastikan aktivitas bongkar muat berlangsung tertib, aman dan tepat waktu meski terjadi peningkatan trafik,” ujarnya.

Sebagai bagian dari mitigasi lonjakan aktivitas, TPS menyusun forecast BOR (Berth Occupancy Ratio) dan YOR (Yard Occupancy Ratio) serta menyiapkan pengaturan lapangan penumpukan melalui penggunaan Flexible Block, buffer block hingga pemanfaatan blok tambahan seperti W1–W4 dan area railway. Pelaksanaan PLP (Pemindahan Lokasi Penimbunan) juga akan dilakukan bekerja sama dengan Bea Cukai dan depo PLP. Saat ini kondisi YOR TPS masih dalam batas aman, yakni rata-rata 50,7%, dimana YOR impor 47,86�n YOR ekspor 53,61%.

TPS menegaskan komitmennya untuk menjaga kelancaran arus logistik nasional melalui pelayanan terminal yang aman, terukur dan responsif, terutama pada periode Lebaran. (vin)

Editor : Redaksi

Birokrasi
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru