BONDOWOSO, Suara Publik. Komisi III DPRD Kabupaten Bondowoso, melakukan rapat kerja (Raker) dengan mitranya DInas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora). Rombongan tersebut langsung dipimpin oleh Ketua Komisi III Drs.H.Syamsul Hadi Merdeka.
Kepala Disparpora, Drs.Harry Patriantono,MM, mengatakan, kedatangan rombongan Komisi III itu dalam rangka melakukan evaluasi kegiatan Disparpora yang dilaksanakan pada tahun 2016 termasuk kegiatan tahun 2017 yang akan dilaksanakan.
“Selain melakukan evaluasi, raker ini juga membahas program kerja Disparpora tahun 2017, yang salah satunya peningkatan kinerja dan program unggulan pemerintah,”kata Harry.
Tahun 2017 ini, pihak Disparpora akan fokus kepada peningkatan wisata kawah wurung (Kawu) dan pembangunan res area di pemandangan arak-arak Kecamatan Wringin. Sehingga kegiatan tersebut menjadi program prioritas Disparpora.
“Di wisata Kawu, kita sudah merencanakan fasilitas pembangunan yang dipersiapkan bagi wisatawan yang akan melancong kesana. Tapi tidak kalah penting tentang pembangunan res area di pemandangan,”ujarnya.
Terkait pengembangan pemandangan arak-arak, pihak juga akan membangun jembatan yang menjorok ke tepi jurang, sehingga bagi wisatawan yang selfei akan lebih nyaman untuk mengambil gambar.
“Selain itu, kita akan membuat tulisan ditepi tebing, seperti yang kita sering lihat ditelivisi, seperti Holywood, ini untuk mempertegas kepada wisatawan bahwa Bondowoso juga masuk kota wisata,”imbuhnya.
Sementara itu, Ketua Komisi III DPRD Bondowoso, Drs.H.Syamsul Hadi Merdeka, mengatakan, kedatangan anggota komisi III ke Disparpora, dalam rangka mengaevaluasi kegiatan tahun 2016 dan sekaligus m,elihat rancangan kerja tahun 2017.
“Untuk sementara ini, secara umum ada program yang dipertanyakan secara detail, dan proses kegiatan yang telah dicapai pada tahun 2016. Misalnya Kawah wurung ini sudah mencapai beberapa persen,”kata Syamsul Hadi Merdeka.
Dari semua persiapan perencanaan hingga pelaksanaan, kata Shamsul Hadi, Kawah wurung apakah sudah masuk destinasi wisata yang layak untuk dijual kepada wisatwan domistik maupun internasional.
“Itu yang kita pertanyakan, tapi Alhamdulillah, semuanya sudah bagus dan layak untuk dikembangkan menjadi tempat wisata yang mempunyai daya saing,”terangnya.
Evaluasi yang dilakukan tersebut, termasuk kerjasamanya dengan pihak ke tiga, kerjasama antara pemerintah daerah dengan pihak Perhutani, dan ternyata kerjasama tersebut sudah klier dan tidak ada masalah.
“Kini semuanya tergantung pemerintah, khususnya Disparpora untuk melaksanakan program wisata dengan lebih baik, karena antara pemkab dengan Perhutani sudah tidak ada masalah,”ucapnya.
Tidak hanya itu, rancangan kegiatan tahun 2017 yang salah satunya akan mebuat res area di arak-arak, karena menurut Disparpora, kata dia, merupakan salah satu pintu gerbang masuknya wisatawan dari barat untuk tau bagaimana cerita Bondowoso dan apa yang ada di bumi Kironggo itu.
“Nah kalau disini ada republik kopi, mungkin disitu dapat dibangun kedai kopi yang layak, agar masyarakat luar yang masuk ke Bondowoso dapat menikmati kopi yang telah disediakan,”tegasnya.
Meski Disparpora mendapat anggaran yang sangat sedikit, Komisi III berharap, agar Disparpora berupaya untuk menggaet pihak luar agar bisa berinvestasi dibidang pariwisata. Menurut mantan penyiar radio Akbar Jember ini, APBD tidak akan mampu untuk membiayai kegiatan pariwisata secara keseluruhan.
“Kalau kemudian ada investor yang mau membiayai program wisata, itu akan lebih bagus. Apalagi tahun 2017 ini Bupati sangat mengandalkan wisata untuk meningkat ekonomi masyarakat,”imbuhnya. (her)
Editor : Pak RW