Dilaporkan oleh : Hery Masduki
BONDOWOSO, (Suara Publik) -Partai demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Kabupaten Bondowoso, menggelar rapat konsolidasi yang dikemas dengan acara halal bihalal. Kegiatan ini dihadiri Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto, Ketua DPD PDIP Jawa Timur, Kusnadi, dan sejumlah pengrus DPC PDIP tapal Kuda, bertempat di Gedung Gelora. Minggu,(16/7/2017).
Selain itu, dihadiri pula para para Ulama’ NU, tokoh masyarakat, pengurus PAC, Ranting, Anak Ranting, hingga mencapai 2500 orang. Akibat dari membludaknya acara, hingga gedung olahraga yang berkapasitas 1000 orang tidak muat, sehingga warga dan simpatisan PDIP harus berada diluar gedung.
Ketua DPC PDIP Bondowoso, Irwan Bachtiar Rahmat, dalam keterangannya mengatakan, halal bihalal yang diselenggarakan ini bertujuan untuk menjalin silaturrahmi dengan para Ulama’ NU, dengan Sekjen DPP PDIP, Ketua DPD, DPC, PAC, Rantin dan Anak Ranting. “Dan momen ini sangat tepat untuk berkonsolidasi sebagai modal pada Pilkada 2018, dan Pileg 2019,” kata Irwan kepada sejumlah wartawan.
Selain itu, Sekjen DPP dapat menyerap asirasi dari masyarakat Bondowoso. Apalagi menjelang pilkada, dan minimal meraka akan memberikan masukan kepada DPP PDIP, tentang sosol yang mereka inginkan, baik itu Pilgub maupun Pilbub. “Jika kemudian saya ditunjuk oleh DPP PDIP disuruh maju pada Pilbub yang akan datang atas petunjuk dari para Kiai dan tokoh NU di Bondowoso, saya selaku kader selalu siap, dengan segala konsekwensinya,”tegasnya.
Sementara itu, Sekjen DPP PDIP, Hasto Kristiyanto, mengaku sangat senang bisa menghadiri halal bihalal di Bondowoso. Ia juga menyampaikan salam dari ketua Umum Megawati Sukarno Putri, yang tidak sempat hadir ke Bondowoso, karena banyak kegiatan yang harus diselesaikan di Jakarta. Terkait dengan Pilkada serentak di seluruh Indonesia tahun 2018 mendatang, DPP sudah melakukan pemetaan politik atas masukan dari tokoh-tokoh masyarakat, baik dari tokoh NU maupun Muhammadiyah.
“Mengenai hal tersebut, pada bulan Agustus nanti, DPP PDIP akan memutuskan untuk memberikan rekomendasi untuk Pilgub dan Pilbub jawa Timur,”kata tokoh yang akrab dipanggil bung Hasto ini.
Hasto juga menekankan, menjelang pilkada ini agar Nasionalisme dan keagamaan untuk terus ditingkatkan, karena Jawa Timur merupakan barometer Politik Nasional setelah Jakarta. Untuk pilbub Bondowoso, kata Hasto,Partai punya tugas untuk mencalonkan kader terbaiknya, dan Partai punya tanggungjawab untuk mengembangkan mikanisme kepemimpinan melalui kaderisasi partai.
“Itu target utama partai untuk mencalonkan kader partai. Tetapi kita harus melihat peta politik, karena pemilu ini adalah pemilu rakyat. Rakyat itu adalah hakim tertinggi,”ujarnya.
Dia menambahkan, terkait Pilbub Bondowoso DPP akan memformulasikan calon Bupati dan Wakil Bupati yang akan diusung. Namun, pada prinsipnya kader internal partai mendapat prioritas untuk dicalonkan selam yang bersangkutan betul-betul dikehendaki oleh rakyat. “Kita akan memberi rekom, berdasarkan masukan dari internal partai, tokoh agama, tokoh pemuda dan masyarakat Bondowoso yang akan melmilihnya,”imbuhnya.(her)
Editor : Redaksi