Dilaporkan : Hery Masduki
BONDOWOSO, (Suara Publik) - Setelah sejumlah ketua Umum partai politik datang ke Bondowoso, membuat situasi politik semakin memanas. Bahkan, partai-partai politik sudah mulai memainkan strategi.
Seperti yang diungkapkan aktifis jalanan, Andy Abdillah, meski pemilihan kepala daerah masih satu tahun lagi, suhu politik sudah meningkat. Para kandidat sudah aktif turun ke masyarakat, mendekat,menyapa,akhirnya mendekap,”kata Andy.
Menurutnya, menjelang pilkada di Bondowoso, kasak kusuk calon sudah mulai terdengar, dan itu semakin kencang disuarakan dimana-mana, diwarung-warung, disawah-sawah, bahkan di cafe tempat nongkrong kawula muda. “Dalam pembicaraannya, mereka telah membanding-banding figur yang akan maju sebagai pemimpin Bondowoso,”ujarnya.
Namun sampai saat ini tidak satupun punggawa Partai Politik yang lantang memproklamirkan calon atau figur yang akan diusung sebagai kontestasi calon kepala Daerah 2018-2023. Hanya saja para elit partai yang memiliki kursi di parlemen masih meraba-raba figur yang representatif untuk diusung dan pas untuk kepemimpinan Bondowoso 5 tahun kedepan.
"Saat ini mereka masih melakukan lobi-lobi antar partai, bahkan ada yang langsung ke induk partai di pusat,”terangnya. Ditambahkan, bagi partai yang tidak mempunyai wakil di gedung megah Tenggarang pun belum ada yang menyatakan sikap pilihan atau dukungan terhadap siapa yang akan dicalonkan. “Seperti halnya partai Hanura, sampai detik inipun belum memposisikan dimana hendak berlabuh muara hatinya,”imbuhnya.
Pantauan suara-publik.com, pada bulan Juli 2017 ini, para elit partai dari pusat yang turun ke Bondowoso ada 5 partai, mulai dari Muhaimin Iskandar, Hasto Kristianto, Probowo Subianto, Romahurmuziy, dan Zulkifli Hasan. Mereka rata-rata mengaku sedang konsolidasi dengan konstituen dibawah.(her)
Editor : Redaksi