Laporan : Achmad Anugrah.
Surabaya Suara-Publik. Polemik yang terjadi akhir akhir ini di wilayah Jawa Timur atas berdirinya patung yang diduga adalah panglima perang dari Tiongkok yakni Kwaan Sing Tee Koen berdiri kokoh di wilayah Kota Tuban Propinsi Jawa Timur
Berdirinya monumen tersebut, mengundang banyak kecaman dari berbagai elemen masyarakat khususnya di wilayah Jawa Timur. Berbagai elemen tersebut hari ini (07/08/17) ngelurug Kantor DPRD tingkat 1 Jatim menuntut agar pihak DPRD dapat menjadi jembatan dalam penyampaian aspirasi mereka.
Kelompok elemen masyarakat yang tergabung tersebut mengatas namakan Bhoemi Putra Menggugat keberadaan patung tersebut. Adapun tuntutan mereka adalah menolak pembangunan Patung Kwaan Sing Tee Koen, patung tersebut agar dihilangkan atau dibongkar karena dianggap tidak mempunyai jasa apapun di NKRI. Dan mengusulkan untuk mengganti patung tersebut dengan Patung Pahlawan Nasional yang sudah berjasa besar dalam mempertahankan kemerdekaan RI
Elemen Bhoemi Putra pun menggelar orasi di Gedung Wakil Rakyat Jln. Indra Pura Surabaya. Namun menurut peserta aksi mengatakan dalam orasinya bahwa kehadiran mereka ke Dewan Perwakilan Rakyat tersebut seolah tidak ada gunanya, karena dianggap tidak dapat menyampaikan apa yang menjadi tuntutan mereka
"sebenarnya sudah saya duga, tidak ada gunanya datang kesini(DPR), Tapi karena prosedural aja kita lakukan aksi disini, karena didalam gedung ini, hanya sekumpulan manusia yang tidak dapat diandalkan kinerjanya",ujar salah satu orator di akhir aksinya
"kita deadline 7 kali 24jam, kalau tidak digubris, kami akan kerahkan massa yang lebih banyak lagi" ujar orator yang lain, lalu membubarkan diri untuk meng akhiri aksi nya
Saat akan pembubaran, Kapolrestabes Surabaya mendatangi peserta aksi, namun hanya berfoto dengan beberapa massa aksi untuk mengabadikan aksi tersebut(Ach)
Editor : Redaksi