Koalisi Jangan Hanya Mencari Uang

suara-publik.com

Jakarta, Suara-Publik.com - Suhu politik jelang Pemilukada DKI, yang akan dilaksanakan pada Juli mendatang sudah sangat panas. Mesin-mesin politik sudah bergerak kencang, masing-masing ingin tampil se bagai Nomor 1. Maka tarik ulur parpol dalam mengusung Cagub pun menjadi perhatian berbagai kalangan.

Namun jangan jadikan kompetisi pilkada ini dipresentasikan dengan kekuatan uang dan kekuatan kekuasaan. Dikhawatirkan  jika hal tersebut selalu terulang maka, nilai Demokrasi pun sudah tidak ada lagi dan hasilnya akan muncul pimpinan yang arogan dan tidak pro rakyat.

 

Ketua DPD DKI Partai Pelopor Nio Soeprapto menegaskan bahwa kompetisi pilkada harus dilaksanakan dengan sehat dan jujur. Koalisi harus dilaksanakan tidak hanya untuk kepentingan uang semata, "jadi untuk partai-partai koalisi itu tergantung niatnya mau dibawa kemana. Jika koalisinya untuk bersatu mendukung salah satu kandidat calon Gubernur terbaik, itu bagus. Namun jika hanya koalisinya untuk mencari uang dan koalisinya hanya mencari bargaining potition, ini yang mengkhawatirkan. Apalagi kalau akhirnya bagi-bagi projek, maka DKI sampai kapan pun tidak akan maju,"Tegas Nio

 

Selanjutnya Nio mengatakan jika koalisi itu dibangun dari rasa persatuan dan kebersamaan, maka akan tercipta koalisi yang sehat. "maka harus kita akui bahwa koalisi ini ada nilai positif dan negatif nya, tapi jika tidak memakai koalisi, maka parlemen ini akan berjalan sendiri-sendiri. Begitu ada yang kalah dia akan sakit hati dan tidak mau bekerja sama, tapi jika koalisi dengan tim kebersamaan maka ini akan menjadi kekuatan yang sangat luar biasa. Kelebihannya itu bisa bersatu untuk membangun DKI, tapi jika hanya berjalan sendiri-sendiri maka pada akhirnya mereka hanya akan memikirkan partainya saja, dan kepentingan kelompoknya. Jadi tidak memikirkan lagi rakyat,yang pada akhirnya masyarakat DKI tidak merasakan kesejahtraan itu"ungkapnya.

 

Nio berharap kepada partai koalisi yang akan mendukung calon kandidat DKI 1, dibangun dengan dasar pemikiran yang sehat, dan atas dasar kebersamaan, demi untuk kemajuan pembangunan masyarakat DKI di berbagai bidang. Karena DKI merupakan barometer keberhasilan pelaksanaan Pilkada untuk Daerah seluruh Indonesia.

Masih Nio, harapan saya agar pemimpin yang akan datang itu benar-benar pro rakyat. "kita ini kan perlu pemimpin yang arif dan bijaksana dalam menghadapi segala permasalahan, bukan pemimpin yang arogansi, yang nantinya tidak akan memikirkan rakyatnya lagi. Bagi-bagi kursi ini juga harus dihilangkan, seandainya dukungan banyak dari satu koalisi atau dari macam-macam partai harus juga disatukan, jangan cuma bagi-bagi rezeki dan bagi-bagi kedudukan saja,"tuturnya.

 

Masih dikatakan Nio,"Tapi bagaimana bisa memantau adanya program-program yang telah dibentuk oleh calon Gubernur nanti dengan sistem yang harus diawasi dengan ketat. Partai-partai yang bergabung harus melakukan pengawasan agar sistem dapat berjalan dengan baik, supaya tidak ada pembengkakan dan penguapan dana APBD yang dilakukan oleh oknum-oknum bersangkutan,"tegas Nio saat ditemui dikantor DPP Partai Pelopor Jalan Pegangsaan Timur Menteng No 17 A Jakarta Pusat.(Hesty)      

 

 

 

Editor : Pak RW

Birokrasi
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru