DEPOK, (suara - publik.com) – beberapa oknum anggota DPRD kota Depok di duga sering jarang masuk kantor. Hal itu kini menjadi sorotan tajam terhadap anggota yang sering mangkir dan ogah-ogahan masuk kerja di lembaga yang seharusnya memiliki fungsi legislasi, anggaran dan pengawsan tehadap kinerja eksekutif dan yudikatif itu.
Namun dikarenakan hanya beberapa oknum yang malas jarang masuk kerja, sehingga anggota DPRD Depok yang lainnya kecipratan nama jelek, yakni “Dewan Pemalas”. Ketika pantauan suara – public-com Jumat (17/2) di gedung DPRD kota Depok jalan Boulevard sedang menelusuri ruang kerja anggota DPRD Depok nampak pada kosong melompong, hanya anggota dewan tertentu saja yang sering hadir nampak diruang kantornya seperti penjaga gawang, sementara anggota dewan lainnya asyik sering diluar kantor
berikut daftar Jumlah nama anggota DPRD kota Depok periode 2009 – 2014 hasil pantauan wartawan yang diduga malas masuk kantor, dari fraksi Partai Demokrat Fahmi Sobri, Endah Winarti , Sutopo , Jeane Novelin , Susilawati , Fraksi PKS Sri Rahayu Purwitaningsih, M. Said, T. Farida Rachmayanti, Prihandoko, Andiyarini Kencana Wungu, M. Supariyono, Nurkomariyah, dari Fraksi Partai Golkar Babai Suhaimi, Ardja Djunaedi, Fraksi PDIP Mad Arif, dari Fraksi Gerinda Mohamad HB, Yeti Wulandari dari Fraksi gabungan PPP-PAN Isdayanti.
Selain tidak berfungsinya Absen hadir di fraksi dan komisi – komisi angota DPRD Depok ini sebagai pejabat publik yang dipercayakan oleh rakyat atas kinerjanya memberikan contoh yang tidak baik, padahal mereka di gaji dari uang rakyat.
Selama ini kegiatan anggota DPRD Depok seperti Pembahasan anggaran oleh badan anggaran ( Banang) , Kunjungan Kerja daerah ( Kunker), Studi Banding ke daerah, Binaan Teknis anggota dewan (Bintek) serta pembentukan Panitia Khusus (Pansus) terkesan belum maksimal.
Dengan demikian, kualitas kinerja angota dewan yang malas masuk kerja itu patut dipertanyakan, dan Badan Kehormatan Dewan (BKD) harusnya menegur anggota DPRD Depok yang sering mangkir, hanya datang disaat acara Paripurna dan ambil gaji doang. ( Benny Gerungan)
Editor : Pak RW