KNMI: Hentikan Kenaikan BBM Dan Bekukan Pengurus DPP Partai Demokrat

suara-publik.com

Jakarta, Suara-Publik.com - Badai korupsi yang menerjang Partai Demokrat pun belum berlalu, hal tersebut otomatis mengganggu kinerja Presiden selaku Dewan pembina Partai yang berlambangkan bintang mercy. Konon menurut beberapa media besar, akhir-akhir ini SBY lebih sering berbicara tentang partainya ketimbang memikirkan rakyatnya. Dan  semua itu tidak pernah terpikir oleh para pembantu Presiden selaku pemimpin Negri ini. Yang telah melempar wacana untuk menaikan harga BBM.

“Saya sangat tidak setuju kalau harga BBM dinaikan,kalau begini caranya sekalian saja rakyat dibunuh dan tidak ada rakyat. Biar para pemimpin itu bisa lebih bersenang-senang, saya pikir dulu waktu saya memilih SBY, Negara ini akan lebih sejahtera. Tapi malah lebih menyengsarakan rakyat kecil, sekali-kali suruh turun tuh para pemimpin, supaya tahu betapa susahnya jadi rakyat miskin” ujar Abdul penarik bajaj, saat dimintai komentar tentang rencana pemerintah menaikan harga BBM.

Menyikapi dua hal tersebut diatas Komite Nasional Masyarakat Indonesia (KNMI), 79 elemen  yang tergabung didalam nya untuk pemenangan SBY-Boediono saat pemilu, menggelar konfrensi Pers (7/3/2012) di Markas Besar KNMI Jalan Tebet UtaraIII No 7. Dikatakan oleh ketua Majelis Pertimbangan Organisasi Faisal Riza Yoenoes bahwa dirinya sangat prihatin dengan kondisi rakyat saat ini. Faisal menegaskan, bahwa persoalan Bangsa kali ini ada dua hal utama yang sangat mendominasi pembicaran publik. Bukan hanya ditingkat pusat tapi juga diseantero Republik ini,y ang pertama adalah tentang isu kenaikan harga BBM dan yang kedua adalah tentang persoalan korupsi, yang diduga melibatkan elit-elit partai Demokrat.

KNMI memberikan beberapa masukan kepada pemerintah terhadap persoalan yang dihadapi oleh rakyat Indonesia saat ini, menyangkut persoalan kenaikan BBM , KNMI melihat  ketidak cerdasan pemerintah dalam membangun komunikasi dengan rakyat.

”ini bisa kita lihat  wacana kenaikan BBM beberapa waktu yang lalu dan ini terus bergulir, tapi disisi lain para pelaku ekonomi telah memanfaatkan momentum itu untuk mengambil langkah-langkah yang harus mereka lakukan. Terutama mengenai naiknya kebutuhan pokok yang sudah duluan naik, dari pada kenaikan BBM nya dan hampir disemua daerah. Dampaknya adalah rakyat kecil dengan penghasilan pas-pasan yang hidup penuh penderitaan hanya untuk sesuap nasi”ujar Faisal kepada watawan.

Melalui masukan dari seluruh jaringan,anggota dan pengurus KNMI yang ada diseluruh Indonesia. Dengan melihat beberapa pertimbangan yaitu kondisi rakyat masih dalam keterpurukan, pemerintah masih menjalankan kebijakan yang cendrung mengarah kepada pemborosan keuangan negara, dan miskinnya terobosan pemerintah dalam mengelola sumber daya Nasional dan keuangan negara. Maka dengan ini kami minta kepada SBY selaku Presiden Republik Indonesia dan Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat agar Kenaikan harga BBM ditunda atau ditiadakan.

Sekaligus meminta kepada SBY agar mengambil sikap tegas untuk membekukan kepengurusan DPP PD hasi kongres II di Bandung. Dengan pertimbangan untuk mengembalikan wibawa dan marwah partai Demokrat, langkah ini tidak perlu menunggutuntasnya proses hukum yang sedang dilakukan oleh KPK. Persoalan hukum terkait beberapa elit partai itu menjadi persoalan dan tanggung jawab personal. Maka perlu dibekukan Pengurus DPP PD hasil kongres II, untuk mngembalikan citra partai Demokrat.

Ditambahkan oleh Jojo Priyoski ketua bidang kepemudaan dan Mahasiswa,”jika dalam hal ini SBY tidak mendengar dan tidak melihat persoalan ini, maka kami akan segera melakukan tindakan dan akan menarik mundur dukungan kami terhadap SBY. Lalu kami akan bergabung untuk melakukan aksi demo, menuntut ketegasan SBY,dan beliau itu harus mendengar jerit tangis rakyatnya yang sengsara,”ujar Jojo dengan nada sangat menyesal atas sikap SBY yang dinilai lamban dalam mengambil sikap.

Pada kesempatan yang sama dikatakan oleh Wenas Pangemanan salah satu Ketua Umum elemen yang tergabung dalam KNMI,” SBY itu jangan hanya menjadi pendengar setia saja, yang hanya manut-manut dan tidak pernah terjun langsung melihat rakyat nya yang sengsara, selama ini kan yang dilhat dan ditampilkan yang bagus nya saja,”kata Wenas.(Hesty)

Editor : Pak RW

Birokrasi
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru