FUI Demo Indonesia Damai Tanpa Liberal

suara-publik.com

Jakarta, suara-publik.com - Ribuan orang  yang mengatasnamakan Forum Umat Islam (FUI) melakukan aksi “Apel Siaga Indonesia Tanpa Jaringan Islam Liberal (JIL) di Bundaran (HI) Jakarta, Jum’at  siang (09-03-12).

Aksi yang dihadiri dari berbagai kalangan masyarakat, mengenakan pakaian serba putih membuat pemandangan bundaran HI menjadi lautan manusia berbaju putih. Aksi itu pun diwarnai dengan beragam atribut dan spanduk bertuliskan “Indonesia Damai Tanpa Liberal, Liberal Perusak Agama”.

Ormas yang bergabung di FUI diantaranya, Front Pembela Islam (FPI), Perguruan As-Syafi’iyah, Nahdlatul Ulama (NU), Muhammadiyah, PERSIS, Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia (ICMI), Majelis Mujahidin Indonesia (MMI), Jamaah Anshorut Tauhid,  Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII), BKPRMI, Al-Irsyad Al Islamiyah, KAHMI, PII,  Persatuan Islam Tionghoa Indonesia (PITI), MER-C,  Tim Pengacara Muslim (TPM),  dan organisasi-organisasi Islam lainnya, turut hadir  seniman dan para artis, salah satunya adalah Fauzi Baadilla yang ikut menyemarakkan suasana aksi unjuk rasa.

Menurut  kordinator aksi, Awit Masyhuri , ” Liberal adalah pemikiran yang menyimpang dari ajaran agama Islam, dengan mengambil sumber ilmu kepada orientalis yang berusaha menjauhkan nilai-nilai agama Islam dalam berbangsa, berekonomi, berpolitik, sosial, dan sendi kehidupan lainnya. Sehingga sedikit demi sedikit masyarakat akan meninggalkan ajaran agamanya dengan lebih mengedepankan cara berpikir dan berbuat ala orientalis Barat.

Ditambahkannya, dengan adanya rencana kenaikan BBM dan tarif dasar listrik ini sudah mengindikasikan liberalisasi sudah masuk hingga sendi perekonomian. Forum Umat Islam (FUI) menolak adanya rencana kenaikan BBM tersebut, pasalnya jika BBM dan tarif dasar listrik di naikan akan berpengaruh kepada kenaikan harga sembilan bahan pokok (sembako) dan yang lainnya. Sementara keadaan ekonomi masyarakat Indonesia sudah sangat memprihatinkan dan berada di bawah garis kemiskinan.

Padatnya ribuan orang mengikuti kegiatan aksi demonstrasi yang digelar sejak pkl.13.00 wib menyebabkan kemacetan dari arah Bundaran HI menuju lapangan Monas. 700 personel gabungan dari Mapolres Jakarta Pusat dan dibantu dari Mapolda terlihat menjaga keamanan aksi demo dan sibuk mengatur arus lalu-lintas disekitar kawasan aksi unjuk rasa yang berlangsung.

Bahkan disaat yang sama Fauzi Baadilla berkesempatan memberikan orasinya, menurutnya” Kita menentang pemikiran aktivis JIL, menghina agama Islam atas dasar intelek. Kebanyakan omong kosong, kita nyatakan menentang sikap kotoran dari hasil pikiran mereka.”ujarnya

Kordinator aksi menegaskan , Ormas yang harus dibubarkan adalah ormas yang mengadopsi pemikirannya dari barat dan liberal (JIL), karena dalam melakukan kegiatannya mereka menghalalkan yang haram dan mengharamkan yang halal. Bahkan  Liberal membiarkan perjudian, perzinahan, homo, waria, dan yang lainnya.

Sementara Kami Front Pembela Islam (FPI)  cinta kedaulatan, mempertahankan dan menjaga kedaulatan serta harga dan martabat Negara Kesatuan Republik Indonesia, “ seperti para pendahulu yang telah memerdekakan Bangsa Indonesia ini  mayoritas Umat Islam. Dengan kalimat Takbir yang selalu dikumandangkan dalam perjuangannya, kenapa harus kami yang dibubarkan.”pungkas  Awit Masyhuri.

Suasana disekitar demo bertambah hangat ketika seluruh pendemo mengumandangkan “Takbir” , walau  dibawah guyuran hujan, massa tetap bersemangat dan antusias dalam mendengarkan orasi yang disampaikan oleh para tokoh ormas Islam lainnya.( SAMSUL.A)

Editor : Pak RW

Birokrasi
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru