BONDOWOSO,
(sauara-publik.com) - Status
Gunung Ijen (2.386 mdpl) yang terletak di ujung timur Kabupaten Bondowoso, naik
dari level waspada ke level siaga, dari Waspada (Level II). menjadi Siaga
(Level III). Aktivitas kegempaan dan temperatur kawah Ijen naik, sehingga
status gunung api tersebut naik jadi siaga.
"Berdasarkan hasil pengamatan visual dan kegempaan, serta analisis data maka terhitung sejak tanggal 12 maret 2012 pukul 00.00 WIB, status Gunung Ijen dinaikkan dari waspada menjadi Siaga," kata kepala BPBD kabupaten Bondowoso.
"Berdasarkan hasil pengamatan visual dan kegempaan, serta analisis data maka terhitung sejak tanggal 12 maret 2012 pukul 00.00 WIB, status Gunung Ijen dinaikkan dari waspada menjadi Siaga," kata kepala BPBD kabupaten Bondowoso.
BPBD menaikkan status gunung yang memiliki ketinggian 2.386 mdpl
tersebut dari Waspada (Level II) menjadi Siaga (Level III), berdasarkan hasil
informasi dari petugas yang melakukan pemantauan di kawasan gunung ijen, sejak
12 Maret 2012 pukul 00.00 WIB.
Menurut menurut hasil pemantauan secara visual di pos pengamatan
gunung api (PPGA) Ijen di kawasan gunung ijen, menunjukkan aktivitas kegempaan yang
mengalami kenaikan."Kegempaan Ijen didominasi oleh gempa tremor, gempa
embusan, gempa vulkanik, dan gempa tektonik," katanya.
Meski statusnya menaik, kata dia, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bondowoso tetap melakukan pemantauan guna melakukan evaluasi kegiatan Gunung Ijen dan dikoordinasikan dengan PVMBG.
"Sehubungan dengan menaiknya status Ijen, kami BPBD belum bias bertindak, karena masih menunggu rekomendasi dari PVMBG, namun masyarakat baik wisatawan maupun penambang belerang tidak boleh mendekati kawah yang ada di puncak Ijen dalam radius 1 kilometer dari kawah aktif," tegasnya
Mantan Kabag Humas Pemkab Bondowoso mengimbau masyarakat di sekitar Gunung Ijen tidak terpancing dengan isu-isu tentang letusan yang meresahkan dan sebaiknya mengikuti arahan dari BPBD setempat. (her)
Meski statusnya menaik, kata dia, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bondowoso tetap melakukan pemantauan guna melakukan evaluasi kegiatan Gunung Ijen dan dikoordinasikan dengan PVMBG.
"Sehubungan dengan menaiknya status Ijen, kami BPBD belum bias bertindak, karena masih menunggu rekomendasi dari PVMBG, namun masyarakat baik wisatawan maupun penambang belerang tidak boleh mendekati kawah yang ada di puncak Ijen dalam radius 1 kilometer dari kawah aktif," tegasnya
Mantan Kabag Humas Pemkab Bondowoso mengimbau masyarakat di sekitar Gunung Ijen tidak terpancing dengan isu-isu tentang letusan yang meresahkan dan sebaiknya mengikuti arahan dari BPBD setempat. (her)
Editor : Pak RW