Survey Bawaslu Bondowoso, Perempuan Paling Rentan Jadi Sasaran Politik Uang.

suara-publik.com
Foto: Ilustrasi Perempuan saat disebuah acara.

Penulis: Guido Saphan.

BONDOWOSO,(suara-publik.com) - Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Bondowoso menilai kaum perempuan sangat rawan menjadi korban politik uang atau money politic menjelang Pemilu Serentak Pilpres dan Pileg 2019 yang berlangsung pada 17 April mendatang.

Karena, kaum perempuan paling rentan terhadap mobilisasi dan menjadi sasaran bagi-bagi sembako yang melanggar ketentuan atau aturan dalam Pemilu Serentak 2019.

Ketua Bawaslu Bondowoso, Muhammad Makhsun mengatakan, dari survei terhadap 1.350 responden yang dilakukan Baswalu Bondowoso menunjukkan lebih 50 persen masyarakat pemilih di Bondowoso pernah melihat dan menerima praktek politik uang. ”Dari lebih 50 persen itu, yang menjadi korban sasaran politik uang adalah kaum perempuan. Mereka menerima politik uang dalam bentuk sembako dan uang,” katanya.

Mayoritas kaum perempuan yang menjadi sasaran politik uang itu, menurut Makhsun, menerima bagi-bagi sembako dan uang paling banyak di rumah dan sisanya sekitar 16 persen di warung. Karena itu, dia meminta kaum perempuan di Bondowoso lebih bijak dalam merayakan pesta demokrasi Pemilu Serentak 2019.

”Kita jangan terbuai dengan janji dan pemberian sesaat, tapi merusak tatanan demokrasi dalam lima tahun ke depan. Kaum perempuan dan kita semua harus mengubah mindset dalam menyalurkan hak suara, dengan tidak menunggu ada pemberian uang atau sembako dari peserta pemilu,” terangnya.

Fricas Abdillah, Komisioner Bawaslu Bondowoso Divisi Hukum, Data, dan Informasi juga menegaskan, praktek politik uang yang menyasar kaum perempuan perlu diwaspadai. Karena, dari hasil survei yang dilakukan Bawaslu Bondowoso belum lama ini, menunjukkan kaum perempuan paling banyak menjadi sasaran politik uang oleh peserta pemilu baik calon legislatif (caleg) ataupun parpol dan tim sukses capres-cawapres.

”Politik uang itu paling banyak menyasar kaum perempuan dan biasa terjadi pada serangan fajar jelang coblosan pemilu. Maka dari itu, kami meminta kaum perempuan ibu-ibu rumah tangga tidak mudah tergiur dengan politik uang ini,” tegasnya.

Terlebih, tambah Frisca, politik uang tidak hanya melanggar ketentuan atau aturan saja. Tapi, merusak dan mengkhianati demokrasi. Meski begitu, Bawaslu Bondowoso tidak melarang tim sukses capres-cawapres, caleg DPR RI, caleg DPRD 1, dan caleg DPRD Bondowoso melakukan politik uang. Tapi, harus sesuai ketentuan. Jangan bagi—bagi sembako dan uang, tapi sebaik bagi-bagi barang yang harganya dibawa Rp 60 ribu,” katanya.

Karena itu, menjelang coblosan Pemilu Serentak 2019 yang tinggal menghitung hari, Frisca meminta masyarakat Bondowoso khususnya kaum perempuang menolak politik uang.

Selain itu, Bawaslu terus bekerja keras mengawasi peserta pemilu dalam sisa masa kampanye sebelum berlangsung coblosan pemilu pada 17 April nanti. ”Bawaslu akan intens mengawasi praktek politik uang ini. Bawaslu ingin Pemilu Serentak 2019 di Bondowoso berjalan aman, damai, dan kondusif serta jujur dan adil,” pungkasnya.

Editor : Redaksi

Birokrasi
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru