Laporan Guido Saphan
BONDOWOSO,(suara-publik.com)-Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Bondowoso mengerahkan ribuan pengawas pemilu saat hari tenang Pemilu Serentak Piplres dan Pileg 2019.
Mereka yang terdiri dari 69 Panwascam, 209 Panwas Desa, dan 2.997 Panwas TPS ini melakukan patroli ke seluruh wilayah di Kota Tape –sebutan Kabupaten Bondowoso- untuk mengantisipasi terjadinya praktik politik uang atau money politic selama masa tenang Pemilu 2019 pada 14, 15, dan 16 April ini.
Karena, politik uang bagi Bawaslu bukan hanya sebagai pelanggaran pidana pemilu saja. Lebih dari itu, dinilai mencederai dan merusak roh pesta demokrasi. ”Memasuki masa tenang Pemilu 2019 selama tiga hari, Bawaslu Bondowoso mengerahkan seluruh kekuatan mulai Panwascam, Panwas Desa, dan Panwas TPS untuk mengintensifkan patroli pengawasan selama 24 jam secara bergantian, terutama di wilayah-wilayah yang rawan terjadinya praktik politik uang,” kata Muhammad Makhsun, Ketua Komisioner Bawaslu Bondowoso.
Makhsun juga menegaskan, Bawaslu Bondowoso tidak akan main-main terhadap pelanggaran politik uang, Karena itu, jika nantinya ditemukan adanya pelanggaran praktik politik uang dan terbukti, menurut dia, Bawaslu tidak segan-segan memberikan sanksi tegas sesuai aturan yang ada. ”Jika memang terbukti melanggar, selain sanksi pidana juga praktis dibatalkan sebagai calon. Bahkan, jika sudah terpilih, akan dibatalkan sebagai calon terpilih," tegasnya.
Sebagai bukti kesiapsiagaan kekuatan Bawaslu Bondowoso dalam mengawasi dan mengantisipasi segala bentuk pelanggaran Pemilu 2019 tersebut ditunjukkan dalam gelaran Apel Besar Pengawasan Anti Politik Uang pada Masa Tenang Pemilu 2019 di Stadion Magenda Bondowoso pada Jumat kemarin (12/4). Apel besar pengawasan dihadiri komisoner Bawaslu, Asisten III Pemkab Bondowoso, Wawan Setiawan, dan sedikitnya 1.800 anggota gabungan Panwascam, Panwas Desa, dan Panwas TPS di Bondowoso.
Asisten III Pemkab Bondowoso Wawan Setiawan yang didaulat sebagai pembina upacara apel mengatakan, masa tenang merupakan salah satu fase krusial dalam pelaksanaan Pemilu 2019. Karena, tahapan ini menjadi ujian integritas bagi seluruh elemen bangsa baik peserta Pemilu 2019, tim sukses, maupun bagi penyelenggara pemilu, KPU dan Bawaslu.
”Dari pengalaman yang sudah-sudah, masa tenang pemilu cenderung diwarnai praktik kecurangan seperti politik uang, propaganda isu SARA, penyebaran hokaks, bahkan tidak jarang benturan kekererasan antar masa pendukung. Masa tenang pemilu inilah menjadi ujian integritas bagi kita semua,” katanya.
Editor : Redaksi