PKPI Jakpus Adakan Buka Puasa Bersama Yatim Piatu

suara-publik.com
Jakarta, Suara-Publik.com - Dalam kesempatan mengisi kegiatan Ibadah di bulan Ramadhan, DPK Partai Keadilan Dan Persatuan Indonesia Jakarta Pusat, telah menyelenggarakan acara buka puasa bersama dan pemberian santunan untuk 1055 anak yatim-piatu, juga dhuafa, pada Sabtu (11/8/2012) di halaman tugu Proklamasi Menteng Jakarta-Pusat. Hadir dalam kesempatan itu, Ketua Umum PKP Indonesia yang juga mantan Gubernur DKI Jakarta, 2 periode (1997-2007) Letjend TNI (Purn) Drs.Ir. H. Sutiyoso SH, Ketua DPK PKPI Indonesia DKI Jakarta, Ketua DPK PKP Indonesia Jakarta Pusat LS Djoko Sasanto, dan Kapolsek Metro Menteng Jakarta Pusat, AKBP Subandi.SH.MH serta para tokoh dan pemuka agama lainnya. 
Acara yang di ikuti oleh sekitar 2000 peserta dan undangan tersebut, merupakan bentuk dari kepedulian Partai PKP Indonesia kepada kaum dhuafa serta para anak yatim khususnya wilayah Jakarta Pusat. Menurut Sekjen DPK PKP Indonesia Jakarta-Pusat Bayu, penyelenggaraan acara ini juga dimaksudkan sebagai ajang silahturahmi serta kebersamaan baik itu diantara Kader PKP sendiri, maupun buat seluruh masyarakat dan Pendukung PKP. 
Secara simbolis santunan diberikan langsung oleh Pimpinan Nasional partai PKP Indonesia Letjend TNI (Pur) Drs.Ir. H. Sutiyoso SH, atau akrabnya dipangil bang Yos. Terlihat antusias dari para peserta yang menyambut dengan suka cita niatan baik Partai PKP Indonesia itu, yang menurut mereka memang selalu memperhatikan kaum lemah. Oleh karena itu ajang silahturahmi ini pantaslah jika dikatakan sebagai ajang menjalin keakraban serta pemersatu antara partai dengan masyarakat. Karena Partai PKP Indonesia sesuai namanya, memang menganut paham kesatuan dan persatuan bangsa. Ditambahkan, acara itu juga terlaksana karena adanya kerja sama, antara pengurus partai dan para srikandi DPK PKP Indonesia Jak-Pus. 
Sementara dalam sambutannya, Bang Yos juga memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Ketua DPK PKP Indonesia Jakarta-Pusat LS Djoko Sasanto yang menurut Bang Yos sudah membuktikan rasa kepedulian serta kecintaannya terhadap sesama, terutama kepada anak yatim-piatu dan kaum lemah (dhuafa) dengan niatan untuk membangun dan membesarkan Partai DKP Indonesia. 
" Saya patut memberikan apresiasi setinggi-tingginya pada Ketua DPK PKPI Jakarta-Pusat dan berharap ini akan menjadi contoh bagi DPK lainnya se tanah air, terutama DKI Jakarta. PKPI dalam Pemilu Legislatif 2014 harus menghasilkan anggota DPR RI dan DPRD yang banyak dan solid. Insya Allah masyarakat masih mengingat hasil kerja saya sebagai Gubernur selama sepuluh tahun itu," papar Bang Yos opitimis. 
Saat disinggung tentang pemberantasan korupsi Bang Yos mengatakan bahwa hukum di Indonesia tidak boleh seperti mata pisau yang hanya tajam kebawah tetapi tumpul keatas. 
" Insya Allah apabila PKPI lolos ambang batas perolehan suara pemilu dan masyarakat mempercayakan saya menjadi presiden, saya akan tegakkan hukum di Indonesia seperti mata pisau silet (keatas dan kebawah sama tajam). Doakan saja, apalagi anda dengar tadi bahwa seribu lebih anak yatim-piatu sudah membalas yel-yel PKPI yang mana saat di sebut nama saya mereka serentak menjawab "presiden..!" Insya Allah itu akan menjadi doa, apa lagi diucapkan saat berpuasa saya yakin mustajab," ujar Bang Yos pula.
 
Kepada Pers, ketua Umum Partai PKP Indonesia itu pun memastikan, bahwa dirinya siap maju pada pertarungan pilpres 2014 mendatang. Bang Yos juga menyatakan apabila  terpilih sebagai presiden RI, maka tugas pertama yang wajib diperhatikan adalah kaum fakir miskin, anak-terlantar, anak yatim piatu, dan orang - orang kurang beruntung agar memperoleh haknya sebagai warga negara, sebagaimana diamanatkan dan diatur dalam UUD 45 bahwa sejatinya fakir miskin dan anak-anak terlantar di pelihara oleh negara. Menurut Bang Yos, hal itu sudah saatnya untuk dilaksanakan dengan sebenar-benarnya sebagai wujud amanat dari UUD 45 itu sendiri. 
" Motivasi di adakannya acara ini, juga bagian dari keinginan dan tekad kita sebagai bentuk pengaplikasian amanat UUD 45 tersebut," pungkas Bang Yos.
 
Dikesempatan yang sama, Ketua DPK PKP Indonesia Jakarta-Pusat, Djoko Susanto, menyatakan bahwa acara ini digelar bukanlah  bagian dari apa yang dinamakan konsolidasi parta politik dalam mencari nama besar,  melainkan benar-benar murni sebagai ajang Silahturahmi dan kegiatan Ibadah Ramadhan. Djokojuga menambahkan, anak-anak yatim piatu yang diberikan santunan tidak hanya dari kalangan muslim tapi juga dari non muslim juga turut mendapat santunan. Karena menurutnya, anak yatim tetaplah anak yatim yang wajib untuk di perhatikan dan mendapat kasih dan sayang kita semua, tanpa harus melihat dari kalangan mana adanya mereka.
 
Dapat dipaparkan, jumlah keseluruhan anak yatim dan piatu yang disantuni ada sekitar 1055 orang dengan usia berkisar 7 tahun-15 tahun, dengan perincian anak laki-laki berjumlah 610 orang, sementara anak perempuan sekitar 445 orang, dan selebihnya anak dari non muslim sekitar 137 orang, yang berasal dari yayasan  Vincentius Jakarta Pusat. Kesemua anak yatim tersebut dibawa oleh masing-masing PAC dari 8 kecamatan dan diambil dari 44 kelurahan.
(Goesti)
 

Editor : Pak RW

Birokrasi
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru