DPRKP dan CK Gelar Pengolahan Sampah Berskala Rumah Tangga.

suara-publik.com

Laporan: Andre.

Perumahan sebagai komponen pembentuk dari permukiman yang merupakan bagian lingkungan hunian, dimana lingkungan hunian adalah bagian dari kawasan permukiman dan kawasan permukiman sendiri adalah bagian dari lingkungan hidup.

Surabaya, Suara Publik - Pengolahan sampah skala rumah tangga atau skala individu merupakan pengolahan sampah oleh penghasil sampah secara langsung di sumbernya. Salah satu contohnya adalah komposting skala rumah tangga/individu. Kompos yang dihasilkan pun sangat bermanfaat untuk perbaikan kondisi lingkungan/tanah yang dapat dimanfaatkan untuk masyarakat itu sendiri.

Hal ini diungkapkan Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya Provinsi Jawa Timur, Moh. Rudy Ermawan Y, ST, M.MT dalam sambutannya acara pelatihan bidang perumahan dan permukiman dengan tema pengolahan sampah skala rumah tangga baru-baru ini (26/6).

100%

Dikatakan Rudy, perumahan dan kawasan permukiman adalah satu kesatuan sistem yang sebagiannya terdiri dari pembinaan, penyelenggaraan perumahan, penyelenggaraan kawasan permukiman, pemeliharaan dan perbaikan serta peran masyarakat. “Sebagian asas penyelenggaraan perumahan dan kawasan permukiman antara lain adalah keserasian dan keseimbangan serta kelestarian dan keberlanjutan,” tuturnya.

Dalam penyelenggaraan perumahan dan kawasan permukiman, lanjutnya, memiliki ruang lingkup yang salah satunya adalah pembinaan dan peran masyarakat. Selain itu, dalam rangka melaksanakan pembinaan pemerintah juga memiliki tugas menyelenggarakan pendidikan dan pelatihan dibidang perumahan dan kawasan permukiman.

“Kegiatan pembangunan selain membutuhkan SDA (Sumber daya Alam) yang semakin meningkat di satu sisi juga mengandung resiko pencemaran dan kerusakan lingkungan. Kondisi ini dapat mengakibatkan daya dukung, daya tampung dan produktivitas lingkungan hidup menurun. Oleh sebab itu, maka perlunya pelestarian lingkungan hidup dengan mengelola dan melindunginya dan tentunya perlu peran aktif masyarakat didalamnya,” papar Rudy.

Dijelaskan Rudy, disisi lain, pertambahan penduduk dan perubahan pola konsumsi masyarakat memberikan dampak dalam bertambahnya volume, jenis dan karakteristik sampah yang semakin beragam sehingga menjadi permasalahan nasional yang membutuhkan pengelolaan berwawasan lingkungan. “Untuk itu, pengelolaan sampah yang komprehensif sangat dibutuhkan untuk menunjang lingkungan hidup yang lebih baik, memberikan manfaat secara ekonomi dan dapat mengubah perilaku masyarakat,” terangnya.

Lebih lanjut Dia menjelaskan, salah satu cara pengelolaan dan penanganan sampah adalah pengolahan sampah yaitu mengurangi jumlah sampah. Disamping itu, memanfaatkan nilai yang masih terkandung dalam sampah tersebut. “Komposting merupakan metode yang dapat melibatkan peran aktif masyarakat karena relatif sederhana dan mampu dilakukan oleh masyarakat dengan mudah,” urainya.

“Dengan latar belakang itulah maka Dinas Perumahan Rakyat, kawasan Permukiman dan Cipta Karya Provinsi Jawa Timur melalui UPT Pengelolaan Informasi Teknologi Bangunan dan Pelayanan Perumahan Permukiman yang dalam tupoksinya melaksanakan pelayanan informasi teknologi terkait bidang dan permukiman melaksanakan kegiatan pendidikan kemasyarakatan produktif melalui pembinaan pelaku pembangunan perumahan dan permukiman yakni dengan melaksanakan kegiatan pelatihan bidang perumahan dan permukiman 2019,” ujarnya.

Rudy mengungkapkan kepada pihak yang bersangkutan khusunya WE-HASTA yang telah membantu memberikan wawasan, pengetahuan dan pendidikan tentang mengolah sampah yang baik dan benar. “Kami ucapkan terima kasih atas ilmu pengetahuan dan ketrampilan yang telah dilatihkan, semoga dapat menjadi bekal dan menambah pengetahuan dan kemampuan bagi para peserta pelatihan,” pungkasnya.

Acara pelatihan Bidang Perumahan dan Permukiman dengan tema pengolahan sampah skala rumah tangga tersebut digelar di Balai Desa Ketapanrame, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto, dengan menghadirkan nara sumber Sisyantoko dan Heni Lestari dari perkumpulan WE-HASTA (Wahana Edukasi Harapan Alam Semesta), Turut serta hadir para peserta dari beberapa pihak yang berkaitan, diantaranya, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Mojokerto, Kades Ketapanrame, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto, Sekolah Adiwiyata di Kabupaten Mojokerto, Pengelola Bank sampah di Kabupaten Mojokerto dan perkumpulan WE-HASTA. (Dre)

Editor : Redaksi

Birokrasi
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru