Ikrar Damai Jelang Pemilukada 2013

suara-publik.com
JOMBANG (suara-publik.com)- Tiga pasangan calon peserta Pemilukada dan Wakil Kepala Daerah Jombang  sepakat menyukseskan Pemilukada 5 Juni mendatang. Hal tersebut ditandai dengan penanda tanganan kesepakatan bersama atau ikrar damai yang dilaksanakan pada Minggu(12/5) di Alon Alon Kabupaten Jombang kemarin.

Ketiga pasangan calon hadir bersama tim kampanye, yakni pasangan Munir Al Fanani-Wiwik Nuriyati(Nomor urut 1), Widjono Soeparno-Sumramba (Nomor urut 2) dan Nyono Suherli-Mundjidah Wahab (Nomor urut 3).

Drs. H Suyanto MM Bupati Jombang dalam sambutannya menghimbau kepada seluruh masyarakat Kabupaten Jombang untuk ikut berperan aktif menyukseskan Pemilukada Kabupaten Jombang yang akan berlangsung 5 Juni mendatang.

Karena suksesnya Pemilukada nanti bukan hanya menjadi tanggung jawab KPU,Panwaslu, serta TNI atau Polri saja. Tetapi hal itu juga menjadi tanggung jawab seluruh masyarakat Jombang. “Dan Kami berharap Pemilukada Jombang nanti dapat dilakukan secara aman, damai dan berkualitas,” harap Suyanto Bupati Jombang.

Sementara itu Arif Budiman Komisioner KPU Pusat yang hadir dalam kesempatan tersebut mengatakan bahwa Jombang tidak punya riwayat tradisi kekerasan massa. Hal tersebut berbeda dengan daerah lain.“oleh karena itu budaya tradisi yang berakar pada nilai nilai toleransi seperti itu perlu dipertahankan,’’ujar Arif Budiman.

Selain dilaksanakan ikrar damai  oleh seluruh pasangan calon, pada hari Minggu kemarin juga dilaksanakan kegiatan Gelar Pasukan Ops mantap Praja Jombang 2013. Dalam kegiatan tersebut dilaksanakan simulasi pengamanan Pemilukada serta Pasca pemilukada.

Dalam simulasi tersebut digambarkan ribuan massa berunjuk rasa untuk menuntut agar diadakan pencoblosan ulang. massa berorasi secara bergantian. Karena tidak direspon mereka marah dan melempari polisi yang membentuk barikade dengan batu dan bekas botol minuman. Dan praktis bentrokan antara massa dan polisi tak terhindarkan. ”Total ada 1500 orang yang Kita libatkan dalam simulasi ini. Terdiri dari 1000 orang massa dan 500 petugas. Ini adalah kekuatan riil dan prosedur tetap yang digunakan untuk mengamankan Pemilukada,” kata AKBP Tri Bisono Sumiharso ketika memimpin simulasi secara langsung. (guss)

 

 

Editor : Pak RW

Birokrasi
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru