suara-publik.com skyscraper
suara-publik.com skyscraper

Pengerjaan PPIP Desa Mojo Kembang Menyimpang

avatar suara-publik.com
  • URL berhasil dicopy

MOJOKERTO (suara-publik.com)- Hasil dari bantuan Program Pembangunan Infrastruktur Perdesaan (PPIP) diperkirakan tidak maksimal. Bantuan yang sedianya diperuntukkan untuk memajukan infrastruktur desa khususnya di Kabupaten Mojokerto, ternyata pada faktanya diduga banyak yang dikerjakan asal-asalan.

Hal itu terlihat pada PPIP yang dikerjakan oleh Ketua Organisasi Masyarakat Setempat (OMS) Desa Mojo Kembang, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto. Terbukti, di dalam pengerjaan awal oleh Ketua OMS Desa Mojo Kembang tidak pembersihan kotaran-kotoran tanah liat dan pengupasan aspal lama yang sudah rusak pada akses jalan desa tersebut (Mojo Kembang) yang akan dipasang batu secara bersih dan baik.

Begitu pula dengan pengerjaan pemasangan batu yang dikerjakan oleh Ketua OMS Desa Mojo Kembang, diduga banyak yang tidak diberi campuran sirtu, sehingga pengerjaannya pemasangan batu banyak yang juga ngawur. Selain itu, Ketua OMS Desa Mojo Kembang diduga tidak mengerjakan pemasangan kunci batu secara kuat dengan batu ukuran 5/7 centi meter. Hanya menggunakan batu bercampur karang, bukan batu gebal (gunung) murni sesuai RAB yang dianggarkan.

Ketua OMS Desa Mojo Kembang, Hadi Suyono yang juga Sekretaris Desa  (Sekdes) Mojo Kembang dikonfirmasi Suara Publik via SMS  menjelaskan. “Oh ya, kemarin maaf saya lupa dan Hp sempat ketinggalan di Krian. Sekarang saya sama Pak Kades rapat di Kecamatan.  Di lapangan juga ada OMS dan Lembaga Desa yang lain. Biar anda ditemui oleh teman OMS. Iya emang saya ketua OMSnya, Anda menemui Polo (Kepala Dusun), Hartono, nanti biar saya bilangi,“ jelasnya.

Masih via SMS Hadi Suyono, “Yang tidak mau ditemui siapa? Urusan saya demi kemajuan desa. Ini juga saya sama Pak Kades. Buktinya teman–teman kemarin juga saya temui kok. Terima kasih, intimidasi atau bukan yang anda sampaikan ini akan saya bawa dalam forum desa, biar masyarakat yang menyikapi. Karena program ini kita lakukan dengan sebenarnya tadi di lapangan juga ada LPM, BPD, dan perwakilan tokoh masyarakat dan OMS juga ada di lapangan,” terangnya (twi)

Editor :