MOJOKERTO (suara-publik.com)– Adanya dugaan penyimpangan pengerjaan Program Pembangunan Infrastruktur Perdesaan (PPIP) disorot media, Kades Mojo Kembang Manaf langsung naik pitam. Tidak hanya itu saja, ia juga mengancam dan melecehkan profesi jurnalistik.
“Kenapa pekerjaan begini saja dimasukkan media? Aku itu tidak butuh koran, biar pengerjaan ini kamu masukkan koran, aku gak mau tahu, itu urusan kamu. Biar aku Lurah (Kades), apa aku gak berani pukul kamu dengan botol Sprit?” ancam Manaf kepada suara-publik.com (Suara Publik Grup).
Masih Manaf, “Apa pengerjaan itu kurang bagus? Kamu kesini itu mau apa? Kalau kamu mau mengontrol pengerjaan itu silahkan! Aku jengkel kalau kamu bilang carik (Sekdes) Mojo Kembang gak mau kamu temui. Tapi apa untungnya menemui kamu? Nemui kamu itu gak ada gunanya, wartawan itu seperti pengemis, dan kenyataannya seperti itu,” hina Manaf (26/10/2013).
Seperti diketahui, PPIP Desa Mojo Kembang, Kecamatan Pacet diduga kuat ada penyimpangan dari RAB, terbukti pada pengerjaan awal oleh Ketua OMS Desa Mojo Kembang, karena tidak ada pembersihan kotaran-kotoran tanah liat dan pengupasan aspal lama yang sudah rusak pada akses jalan desa tersebut (Mojo Kembang) yang akan dipasang batu secara bersih dan baik.
Begitupula dengan pengerjaan pemasangan batu yang dikerjakan oleh Ketua OMS Desa Mojo Kembang, diduga banyak yang tidak diberi campuran sirtu, sehingga pengerjaan pemasangan batu banyak yang ngawur. Selain itu, Ketua OMS Desa MojoKembang diduga tidak mengerjakan pemasangan kunci batu secara kuat dengan batu ukuran 5/7 centi meter. Hanya menggunakan batu bercampur karang, bukan batu gebal (gunung) murni sesuai RAB yang dianggarkan.
Selain itu, temuan suara-publik.com terbaru (26/10/2013), bahwa pengerjaan PPIP di Desa Mojo Kembang yang dibuat untuk borda Jalan lingkungan (Jaling) diduga kurang berkualitas dan volumenya banyak dikurangi.
Sementara Ketua OMS Desa Mojo Kembang, Hadi Suyono yang juga Sekretaris Desa (Sekdes) Mojo Kembang dikonfirmasi suara-publik.com (Suara Publik Grup) via SMS menjelaskan. “Oh ya, kemarin maaf saya lupa dan Hp sempat ketinggalan di Krian. Sekarang saya sama Pak Kades rapat di Kecamatan. Di lapangan juga ada OMS dan Lembaga Desa yang lain. Biar anda ditemui oleh teman OMS. Iya emang saya ketua OMSnya, anda menemui Polo (Kepala Dusun), Hartono, nanti biar saya bilangi,“ jelasnya.
Masih via SMS Hadi Suyono, “Yang tidak mau ditemui siapa? Urusan saya demi kemajuan desa. Ini juga saya sama Pak Kades. Buktinya teman–teman kemarin juga saya temui kok. Terima kasih, intimidasi atau bukan yang anda sampaikan ini akan saya bawa dalam forum desa, biar masyarakat yang menyikapi. Karena program ini kita lakukan dengan sebenarnya tadi di lapangan juga ada LPM, BPD, dan perwakilan tokoh masyarakat dan OMS juga ada di lapangan,” terangnya (twi)
Editor : Pak RW