suara-publik.com skyscraper
suara-publik.com skyscraper

LSM Sosialisasikan Kali Bersih Dari Sampah, DLH Jatim Tutup Mata.

avatar suara-publik.com
  • URL berhasil dicopy

Beberapa waktu lalu LSM Garad, lakukan sosialisasi kali(sungai) bersih dari sampah. Namun Dinas Lingkungan Hidup Jatim tutup mata.

 Surabaya Suara-Publik.com - Penerapan sistem birokrasi sesuai Tupoksi(Tugas Pokok Dan Fungsi) oleh Dinas seharusnya tidak membuat blunder masyarakat, sesuai program Pemerintah Pusat yang telah melakukan reformasi birokrasi secara besar besaran. Namun hal itu tidak diimbangi oleh Dinas sekelas Propinsi Jawa Timur.

Setelah beberapa waktu yang lalu seperti Dinas Pendidikan Propinsi Jawa Timur yang mana telah membuat geram LSM GARAD Indonesia yang beberapa kali harus bertandang ke Dinas tersebut untuk mempertanyakan apa yang telah menjadi surat pengajuan, namun tidak dapat mendapatkan jawaban malah harus bolak balik tanpa ada jawaban pasti.

Kini, di Dinas Lingkungan Hidup Propinsi Jawa Timur pun mengalami hal yang sama namun dengan cara yang lebih halus untuk mengelabuhi masyarakat dalam pelayanan birokrasi.

Ber awal dari kegiatan Sosialisasi Kebersihan Sungai 2020 yang dilakukan oleh pihak LSM GARAD Indonesia beberapa hari yang lalu, karena kegiatan tersebut dianggap perlu support dari Dinas Lingkungan Hidup, pihak LSM GARAD pun mengajukan proposal pengajuan permohonan kerja sama dan bantuan anggaran untuk operasional kegiatan tersebut.

Bahkan sudah diiyakan oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup waktu itu, namun dalam realisasinya, Kepala Dinasnya memasuki Masa Purna Pensiun(MPP) dan mengintruksikan supaya menemui pihak Sekretaris saat ini, namun faktanya saat ditemui hingga 5 kali dan setelah selesainya acara mengaku baru tau jika ada pengajuan tersebut.

Sehingga membuat geram pihak LSM GARAD Indonesia Achmad Garad saat dilokasi yang tampak kecewa mengatakan bahwa dirinya akan melakukan evaluasi terkait kinerja Dinas Lingkungan Hidup Propinsi Jawa Timur.

",setelah kami pelajari, dalam kegiatan Sosialisi Kebersihan Sungai ini, sesuai Tupoksi nya, seharusnya Dinas Lingkungan Hidup ini wajib support, meskipun bukan anggaran ya minimal alat atau apalah Yang dibuat untuk penyampaian sosialisasi. Namun faktanya tidak membantu, malah terkesan tidak tau apa apa, sebenarnya Dinas ini orang orangnya bekerja apa gak sih?",ujar Achmad Garad dengan nada geram.

",saya tanyakan tadi ke Sekretarisnya, terkait kegiatan saya tersebut, katanya tidak tau apa-apa karena Kadis sebelumnya tidak menyampaikan",ujar Achmad Garad.

Sedangkan Ir Udaharipantjoro,saat diruangannya menanggapi hal tersebut dengan enteng ",saya tidak dalam posisi itu dan pengajuan seperti ini juga banyak mas",ujar Udaharipantjoro selaku Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup Propinsi Jawa Timur.

Langsung saja ditanggapi Achmad Garad",lah ini aneh aja lah, masak kelas e Sekretaris gak gelem takon nag Kadis e, kiro-kiro Kadis seng Purna iku duwe sangkutan opo gak di masyarakat,lah kok malah gak wani takon(masak kelasnya Sekretaris tidak mau bertanya kepada Kepala Dinas sebelumnya itu, kira kira ada sangkutan apa tidak di masyarakat, tapi malah gak berani bertanya) malah masyarakatnya yang harus disuruh bolak balik mendatangi",ujar Achmad Garad dengan nada Suroboyoan.

Setelah adanya perdebatan tersebut, pihak Dinas Lingkungan Hidup Propinsi baru membuatkan surat balasan yang ditujukan kepada Pimpinan LSM GARAD Indonesia ",surat balasan ini pun dibuatkan setelah kami datangi, coba kalau saya tidak datang, dibalas atau tidak kami juga tidak tau",tutub Achmad Garad.(Nn)

Editor :

Ukw pjs