suara-publik.com skyscraper
suara-publik.com skyscraper

Dumas Pemalsuan Tanda Tangan SPJ Bantuan ABK PK -PLK Kawedanan Dicabut, AKP Sukono: Dugaan Korupsi Bukan Kewenangan

avatar suara-publik.com
SLB PGRI Kawedanan, Desa Karangrejo, Kecamatan Kawedanan, Kabupaten Magetan, Jawa Timur
SLB PGRI Kawedanan, Desa Karangrejo, Kecamatan Kawedanan, Kabupaten Magetan, Jawa Timur
suara-publik.com leaderboard

MAGETAN (Suara Publik)- Pengaduan masyarakat atas dugaan perkara pemalsuan tanda tangan dan penggelapan bantuan bagi Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) pada Surat Pertanggung Jawaban (SPJ) 2018 oleh Ketua Yayasan Pembina Lembaga Pendidikan (YPLP) Dasar dan Menengah Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Magetan,  Fadjar Edhi Kartiko berakhir pencabutan. Dumas ini dicabut Fadjar Edhi Kartiko sebagai Ketua YPLP Dasar dan Menengah PGRI Kabupaten Magetan masa bakti 2015-2020 di Polsek Kawedanan saat penyelidikan. Fadjar Edhi Kartiko mengadukan ke Polsek Kawedanan atas dugaan pemalsuan dan penggelapan dana bantuan Belajar Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) Pendidikan Khusus dan Pendidikan Layanan Khusus (PK-PLK) Tahun 2018 oleh mantan Kepala Sekolah SLB Kawedanan yang kini Guru SLB Kawedanan, Idawati.

Hal itu dikatakan, Kapolsek Kawedanan, AKP Sukono., SH didampingi Kanit Reskrim Polsek Kawedanan, Ipda Alip Sunarno., SH kepada www.suara-publik.com di ruang kerjanya, Jumat (19/02/2021).

Baca Juga: Merasa Dibohongi & Dirugikan, Warga Lowokwaru “Polisikan” Warga Bumiaji

“Saat kami melayangkan panggilan berita acara introgasi kepada terlapor guna dibuatkan laporan polisi masuk Pro Justitia guna ditingkatkan tahap penyidikan, pelapor mendadak mencabut pengaduan. Mereka sepakat restorasi justice,” ungkap AKP Sukono.

Baca Juga: Raih Suara Terbanyak, Chandra Kembali Terpilih Pimpin GOP

Menurut AKP Sukono, pencabutan pengaduan ini dilatar belakangi karena pelapor dan terlapor masih bekerja di satu lingkungan Sekolah Luar Biasa (SLB) Kawedanan, di Desa Karangrejo, Kecamatan Kawedanan, Kabupaten Magetan, Jawa Timur (Jatim). “Mereka setiap hari ketemu di tempat kerja. Pelapor mengaku tidak enak dengan terlapor karena teman kerja yang sampai sekarang satu lingkup pekerjaan,” ucap AKP. Sukono.

Menjawab adanya dugaan tindak pidana korupsi atas pengaduan Fadjar Edhi Kartiko, karena bantuan Bantuan Belajar ABK PK-PLK Tahun 2018 bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Magetan, AKP Sukono mengaku bukan kewenangannya. “Karena hanya pengaduan dugaan pemalsuan tanda tangan SPJ dan dugaan penggelapan dana bantuan belajar ABK PK-PLK, maka untuk ke dugaan kesitu (korupsi, red) kami tidak punya kewenangan,” tegas AKP Sukono.

Baca Juga: Pelantikan Pengurus WaGS Terselenggara Lancar & Sukses di Desa Haluaan, Menganti, Gresik

Dugaan pemalsuan tanda tangan dan penggelapan SPJ Bantuan Belajar ABK PK-PLK Tahun 2018 yang konon mencapai ratusan juta, tidak dibenarkan AKP. Sukono. “Tidak benar info itu. Dugaan kerugian yang ditanda tangan palsu terlapor sekitar 11 juta-12 juta. Dana bantuan itu untuk honor pengajar, bukan untuk siswa anak berkebutuhan khusus,” ungkap AKP. Sukono. (dwi)

Editor : Redaksi

suara-publik.com skyscraper