suara-publik.com skyscraper
suara-publik.com skyscraper

Dibalik Tewasnya Murid PSHT Ditetapkan Tersangka oleh Polres Gresik, Kuasa Hukum MB dan MAS Ajukan Pra Peradilan

avatar suara-publik.com
suara-publik.com leaderboard

GRESIK, (suarapublikcom) Akhirnya, Polres Gresik menetapkan dua tersangka yakni MB dan MAS atas dugaan penganiayaan korban tewas berinsial RNH (17) warga Paciran, Lamongan.

Korban merupakan seorang murid perguruan silat SH Terate tewas setelah sebelumnya mengikuti latihan pencak silat pada Minggu, (5/11/2023) malam, di sebuah pondok pesantren di Gresik, sekitar pukul 21.00 Wib. Melalui kuasa hukumnya, MB dan MAS berasal dari kelurahan Prupuh, Panceng Kabupaten Gresik mengajukan permohonan pra peradilan.

Menurut AA Afandi kuasa hukum MB dan MAS, selanjutnya disebut pemohon, ada sejumlah kejanggalan yang dilakukan oleh Reskrim Resor Gresik dalam penetapan tersangka kepada pemohon, hingga dirinya melayangkan surat permohonan pra peradilan. Alasan pertama, pemohon tidak pernah dilakukan pemeriksaan sebagai tersangka, justru diperiksa setelah ditetapkan tersangka, yakni pada 6 November 2023.

“Tiba-tiba pemohon langsung ditangkap berdasarkan Nomor SP Kap/231/XI/2023/ Reskrim tertanggal, 6 November 2023, dan oleh Polisi ditetapkan sebagai tersangka sehingga keduanya tidak bisa mengklarifikasi sebagaimana mestinya.” Kata Fandi, Senin, (11/12/ 2023).

Alasan kedua, AA Afandi yang biasa dipanggil Fandi mengatakan sehubungan dengan tidak pernah diterbitkannya surat perintah seperti penyelidikan atas diri pemohon maka, dapat dikatakan penetapan tersangka dengan atau tanpa surat perintah penyelidikan dapat dikatakan tidak sah dan cacat hukum, untuk itu harus dibatalkan. “Artinya pemohon tidak pernah diperiksa sebagai calon tersangka,” tegasnya.

Alasan ketiga adalah tidak ada cukup bukti dalam menetapan sebagai tersangka. Hal ini, karena penetapan tersangka hanya berdasar laporan Polisi yang dilaporkan oleh Amin Suhartono dengan Nomor LP/A/23/XI/2023/SPKT/RESKRIM/POLRES GRESIK/POLDA Jawa Timur tertanggal 6 November 2023.

“Bagaimana bisa menemukan 2 bukti hanya berdasar laporan, dan tersangka tidak pernah diperiksa sebagai calon tersangka," tanya Kuasa Hukum MA dan MAS heran.

Alasan keempat, bahwa kejadian tewasnya RNH, di halaman salah satu Pondok Pesantren di Desa Delegan adalah murni kecelakaan saat pelatihan dan merupakan kealpaan dari Pemohon. Pemohon pun sudah menyelesaikannya secara kekeluargaan dengan orangtua korban, dan juga sudah dituangkan dalam bentuk Surat Pernyataan.

“Surat pernyataan sudah dibuat tanggal 6 November 2023, bahwa pihak keluarga menyatakan tidak akan menuntut secara hukum dan pihak keluarga menganggap kejadian tersebut merupakan suatu musibah dan iklas menerimanya dan akan diselesaikan secara kekeluargaan," terang dia.

Oleh karena itu, keputusan Kepolisan menetapkan pemohon sebagai tersangka adalah tidak benar, karena ditetapkan melalui prosedur yang tidak benar. Pihak Kepolisian diminta untuk menghentikan penyidikan kepada Pemohon, tandas FandiFandi. (imam)

Editor : Redaksi

suara-publik.com skyscraper