Surabaya - SUARA PUBLIK. Setelah melarikan diri menjadi
buron selama lebih dari 4 tahun. Akhirnya, pelaku penganiayaan
terhadap Kepala Sekolah SMP 23 Surabaya akhirnya tertangkap. Pelakunya
adalah Welly Saputro, 47 tahun asal Jalan Jetis Kulon Gg.8 /19 Surabaya.
Bapak dua anak tersebut mengaku sakit hati karena mendapat kata-kata kotor dari
korban, akhirnya dendam dan melakukan penganiayaan terhadap korban yang bernama
Bambang yang juga masih tetangganya sendiri di Jalan Jetis Kulon 8/10 Surabaya.
Tersangka pada saat itu membabi buta memukuli kepala korban dengan
menggunakan gitar.
"Saya lari ke Jogya dan disana menngamen untuk biaya hidup",aku
Welly,Kamis(28/07).
Kapolsek Wonokromo Kompol Arisandi mengungkapkan, korban yang tidak terima atas
perlakuan kasar tersebut akhirnya melapor ke Polsek Wonokromo Surabaya. Setelah
mendapatkan laporan tentang penganiayaan terhadap kepala sekolah tersebut. Akhirnya
petugas melakukan pengejaran terhadap, pelaku yang mengetahui dicari oleh
Polisi akhirnya melarikan diri dari kejaran petugas.
"Dari keterangan saksi pelaku ini lari ke Jogya guna menghilangkan jejak.
Setelah 4 tahun buron, korban tertangkap dirumahnya saat pulang akan berlebaran",imbuh
Arisandi.
Dari penangkapan tersebut polisi mengamankan 1 buah gitar yang saat itu dibuat
pelaku untuk memukul kepala korban.Kini Welly mendekam di penjara dan akan
dijerat pasal 170 KUHP dengan ancaman minimal 3 tahun.(TOM)
Editor : Pak RW