SURABAYA, (suara-publik.com) – PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS), anak usaha dari Subholding Pelindo Terminal Petikemas (SPTP), kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung implementasi prinsip Environmental, Social and Governance (ESG) melalui penyerahan kendaraan operasional bagi Bank Sampah “Gotong Royong” di RW 03 Kelurahan Perak Barat, Surabaya.
Kendaraan operasional pengangkut sampah yang diserahkan kepada Bank Sampah Gotong Royong menjadi wujud nyata kolaborasi TPS bersama para pengguna jasa dalam memperkuat keberlanjutan pengelolaan sampah berbasis masyarakat.
Dukungan ini merupakan hasil dari kebersamaan dalam kegiatan Fun Trekking Move with Purpose yang diselenggarakan pada peringatan HUT ke-26 TPS tahun 2025, dimana setiap kilometer perjalanan peserta dikonversi menjadi sejumlah dana yang selanjutnya digunakan dalam kegiatan pelestarian lingkungan.
Melalui semangat TPS ESG Journey with Customer, setiap langkah yang ditempuh bersama tersebut kini dihadirkan dalam bentuk dukungan konkret yang memberikan dampak langsung bagi warga.
Kehadiran kendaraan operasional ini diharapkan mampu mempermudah proses pengumpulan sampah terpilah dari rumah ke rumah, atau nasabah bank sampah selain dari rumah warga, memperluas jangkauan layanan penjemputan dari nasabah hingga Bank Sampah di tingkat RT, serta memperlancar distribusi sampah ke gudang penyimpanan.
Dengan operasional yang semakin optimal, Bank Sampah Gotong Royong diharapkan dapat meningkatkan volume sampah terpilah yang dikelola sekaligus menciptakan nilai ekonomi dan manfaat lingkungan yang lebih luas.
Sekretaris Perusahaan TPS, Erika Asih Palupi, menyampaikan bahwa dukungan ini merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan perusahaan dalam menjalankan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), khususnya pada pilar lingkungan.
“Penyerahan kendaraan operasional ini menjadi kelanjutan dari semangat ESG Journey yang kami bangun bersama pelanggan dan stakeholder. Kami berharap fasilitas ini dapat semakin memperkuat kapasitas Bank Sampah Gotong Royong sebagai ruang bertumbuh sekaligus ruang kolaborasi menuju pengelolaan sampah yang lebih modern, produktif, ramah lingkungan dan berkelanjutan,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa setiap rangkaian ESG Journey tidak berhenti sebagai simbol komitmen, tetapi terus diupayakan menjadi aksi nyata yang dampaknya dapat dirasakan langsung oleh lingkungan dan masyarakat sekitar pelabuhan.
“Bersama pelanggan dan masyarakat, kami ingin menumbuhkan lebih banyak langkah kebaikan—menjaga langit tetap biru dan lingkungan tetap hijau,” demikian Erika menambahkan.
Bank Sampah Gotong Royong sendiri merupakan hasil kolaborasi TPS bersama Subholding Pelindo Terminal Petikemas yang diinisiasi sejak tahun 2024 melalui dialog partisipatif dengan warga. Program ini terus diperkuat melalui penyediaan fasilitas gudang, alat pres, pelatihan pengelolaan sampah, hingga integrasi dengan aplikasi Sistem Kelola Sampah (SIKELAPA).
Melalui dukungan kendaraan operasional ini, program pengelolaan sampah di RW 3 Perak Barat diharapkan semakin berkembang, tidak hanya dalam meningkatkan kualitas lingkungan, tetapi juga membuka peluang manfaat ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat.
Kolaborasi ini menjadi bukti bahwa perjalanan ESG TPS tumbuh melalui kebersamaan—dari langkah yang ditempuh bersama, menjadi dampak yang dirasakan bersama. (vin)
Editor : Redaksi