suara-publik.com skyscraper
suara-publik.com skyscraper

DLU Siapkan 49 Armada Mudik Lebaran 2026, Diskon 10 Persen Diberlakukan Sejak Awal Puasa

avatar Redaksi
  • URL berhasil dicopy
Foto: Direktur Usaha dan Operasional PT DLU, Rahmatika Ardianto
Foto: Direktur Usaha dan Operasional PT DLU, Rahmatika Ardianto

DLU Siapkan 49 Armada Mudik Lebaran 2026, Diskon 10 Persen Diberlakukan Sejak Awal Puasa

SURABAYA, (suara-publik.com) – PT Dharma Lautan Utama (DLU) menyiapkan 49 armada kapal untuk melayani angkutan mudik Lebaran 2026. PT. DLU juga menerapkan strategi diskon tarif guna mengurai potensi penumpukan penumpang pada puncak arus mudik.

Direktur Usaha dan Operasional PT DLU, Rahmatika Ardianto, menjelaskan bahwa jadwal keberangkatan mudik telah dibuka jauh hari sebelum Ramadan.

“Dari jadwal itu kita sudah mengeluarkan sejak awal Januari. Awal Januari jadwal kita sudah bisa diakses sampai bulan April. Jadi H plus masyarakat sudah bisa membeli tiket kita,” ujarnya, ditemui di Kantor Dharma Lautan Utama (DLU) , Jumat (27/02/2026).

Menurutnya, kebijakan tersebut diambil agar masyarakat memiliki waktu yang cukup untuk merencanakan perjalanan, sekaligus menghindari lonjakan pembelian tiket di waktu-waktu mendekati hari keberangkatan.

Diskon 10 Persen untuk Ratakan Permintaan

DLU juga memberlakukan diskon tarif sebesar 10 persen pada periode H-30 hingga H-20 atau selama sepuluh hari pertama Ramadan.

“Kami memiliki kebijakan di hari pertama puasa, H minus 30 sampai H minus 20, selama sepuluh hari kami mengeluarkan diskon 10 persen untuk pelanggan. Harapannya bisa dimanfaatkan supaya masyarakat pulang lebih awal,” jelas Rahmatika.

Ia menambahkan, langkah tersebut bertujuan meratakan permintaan (demand) agar tidak terjadi penumpukan ekstrem pada H-7 dan H-5 yang selama ini menjadi periode favorit pemudik.

“Tujuan kami hanya meratakan demand saja, tidak menumpuk di satu waktu tertentu. Selama ini penumpukan ada di H minus tujuh, H minus lima. Nah ini kita ratakan dengan model diskon tarif,” tegasnya.

Rahmatika juga menyoroti dua lintas penyeberangan yang menjadi perhatian khusus pemerintah, yakni jalur Pelabuhan Merak – Pelabuhan Bakauheni serta Pelabuhan Ketapang – Pelabuhan Gilimanuk.

Menurutnya, pemerintah bahkan telah menerbitkan Surat Keputusan Bersama (SKB) khusus untuk pengaturan angkutan penyeberangan di dua lintas tersebut, termasuk pengalihan kendaraan barang ke pelabuhan penunjang guna mengurangi kepadatan.

“Kami berkali-kali diajak rapat terkait penyiapan dua lintas itu. Sampai pemerintah mengeluarkan SKB khusus angkutan penyeberangan di dua lintas tersebut,” ujarnya.

Selain kesiapan armada, DLU juga mengingatkan masyarakat agar berhati-hati terhadap maraknya akun palsu yang mengatasnamakan perusahaan di media sosial.

Rahmatika menghimbau, pembelian tiket hanya dapat dilakukan melalui kanal resmi, yakni loket kantor cabang, agen resmi, maupun aplikasi resmi DLU.

“Tolong hati - hati masyarakat agar membeli di loket resmi, di kantor cabang maupun agen. Juga bisa di aplikasi. Jangan sampai tertipu akun-akun palsu. Kita tidak menjual tiket melalui akun sosial media,” katanya.

Ia mengungkapkan, pihaknya menerima banyak laporan dari calon penumpang yang menjadi korban penipuan setelah membeli tiket melalui akun tidak resmi di Google maupun media sosial seperti Instagram dan TikTok.

“Kami banyak sekali laporan bahwa mereka mengakses sosial media, kemudian beli tiket di situ dan akhirnya tertipu. Ini yang paling penting kami himbaukan kepada masyarakat,” tegasnya.

Dengan pengerahan 49 armada kapal serta strategi pengaturan jadwal dan tarif, DLU optimistis angkutan mudik Lebaran 2026 dapat berjalan lebih tertib, aman, dan terkendali tanpa lonjakan penumpang yang terpusat di satu waktu tertentu. (vin)

Editor :