suara-publik.com skyscraper
suara-publik.com skyscraper

Pendidikan LDII Dikaji Cendekiawan NU, Ketua LDII Jatim Ajak NU-Muhammadiyah Perkuat Kolaborasi

avatar Redaksi
  • URL berhasil dicopy
Ketua DPW LDII Jawa Timur, Amrodji, menyampaikan apresiasi terhadap penelitian yang dilakukan pihak eksternal terhadap sistem pendidikan LDII, (foto: suara-publik.com)
Ketua DPW LDII Jawa Timur, Amrodji, menyampaikan apresiasi terhadap penelitian yang dilakukan pihak eksternal terhadap sistem pendidikan LDII, (foto: suara-publik.com)

‎‎SURABAYA, (suara-publik.com) – Lembaga Dakwah Islam Indonesia Jawa Timur menggelar bedah buku Sistem, Model dan Corak Pendidikan LDII karya cendekiawan muda Nahdlatul Ulama, Dr. Ahmad Ali, di Kampus Universitas Sunan Ampel (Unisa) Surabaya, Minggu (10/5). Buku tersebut membahas sistem, model, dan corak pendidikan yang diterapkan di lingkungan LDII berdasarkan hasil riset mendalam selama lebih dari satu tahun.

‎Ketua DPW LDII Jawa Timur, Amrodji, menyampaikan apresiasi terhadap penelitian yang dilakukan pihak eksternal terhadap sistem pendidikan LDII. Menurutnya, kajian akademik dari kalangan luar organisasi menjadi hal penting sebagai bahan evaluasi sekaligus penguatan sistem pendidikan.

‎“Setahun lebih risetnya. Tahun kemarin LDII diriset oleh saudara kita Dr. Asrori dari UMM. Sekarang giliran saudara kita dari Nahdlatul Ulama melakukan riset,” ujar Amrodji dalam sambutannya.

‎Ia menegaskan, LDII merasa bangga karena penelitian mengenai sistem pendidikan organisasi tidak dilakukan internal, melainkan oleh akademisi dari kalangan Muhammadiyah maupun Nahdlatul Ulama.

‎“Kita sangat berbangga hati karena yang meriset itu bukan internal LDII. Tentang pendidikan LDII, diriset oleh saudara-saudara kita dari Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama. Plus minus dalam pelaksanaannya nanti, marilah kita terima apa adanya. Kalau ada positifnya mari kita lanjutkan, kalau ada yang kurang tepat nanti marilah kita melakukan pembenahan diri,” katanya.

‎Amrodji juga berharap adanya kolaborasi yang semakin erat antarorganisasi Islam, termasuk bersama Majelis Ulama Indonesia sebagai rumah besar umat Islam.

‎“Ketika kita berada di rumah besar yang disebut Majelis Ulama Indonesia, saya berharap Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama sebagai saudara tua kita bisa berjalan bersama. Kalau ada kekurangan dari LDII, monggo diajak rembug bersama. Kalau sudah berjalan baik, mari kita berjalan bareng untuk benar-benar mengurus umat,” ungkapnya.

‎Ia berharap buku karya Dr. Ahmad Ali dapat dikupas secara komprehensif dalam forum bedah buku, termasuk membuka ruang diskusi dan masukan dari akademisi terhadap hasil riset yang telah dilakukan.

‎Buku Sistem, Model dan Corak Pendidikan LDII karya Dr. Ahmad Ali sendiri mengulas pola pendidikan di lingkungan LDII, mulai dari sistem pembelajaran, pembinaan karakter, hingga implementasi pendidikan keagamaan dalam pembentukan generasi muda. (vin)

Editor :