suara-publik.com skyscraper
suara-publik.com skyscraper

Ruang Sekolah SMP NU Tenggarang Jebol Diterjang Banjir.

avatar suara-publik.com
  • URL berhasil dicopy

BONDOWOSO, Suara Publik.

Akibat hujan deras selama 4 jam mengakibatkan banjir di sejumlah wilayah Bondowoso. Salah satunya di desa Pekalangan Kecamatan Tenggarang. Banjir didesa tersebut menimpa salah satu lembaga pendidikan SMP NU dan SMK Al-Hikam. Bahkan salah satu ruangan jembol dan ambruk diterjang deras air banjir. Selasa sore, (31/31/017).

Anggota Polsek Kecamatan Tenggarang yang dipimpin langsung oleh Kapolsek, yang dibantu oleh sejumlah anggota Koramil, guru sekolah dan masyarakat setempat turun tangan untuk menyelamatkan barang-barang milik sekolah, Karena takut dibawa arus banjir yang masuk keruangan kelas. Namun sebagian besar dapat diselamatkan karena Ruangan drum band dan kelas IX dan kamar mandi siswa.

            Pantauan Suara Publik di TKP, banjir di sekolah tersebut mulai sedikit menyusut hingga lutut orang dewasa sekitar pukul 17.00. Namun, sungai yang memisahkan dua sekolah tersebut masih tetap meluap.

Sertu Taufik Babinsa Desa Pekalangan Koramil Tenggarang mengatakan, datang ke sekolah tersebut sekitar pukul 15.00. Bersama anggota TNI lainya dia langsung berinisiatif menjebol tembok kelas.

 “Air ini yang meluap ke sekolah ini kan gak bisa keluar terhambat bangunan sekolah dan sungainya itu berada di belakang sekolah,” ujarnya.

Setelah dapat mengurangi sedikit debit air di sekolah tersebut, langsung berinisiatif mengamankan barang berharga termasuk alat drum band dan komputer, setelah menjebol tembok, Taufik bersama staff sekolah pun mencoba membersihkan jembatan sekolah itu dari kotoran yang menumpuk.

Sebab, air yang seharusnya masuk ke sungai terhambat oleh ranting-ranting pepohonan. Ia pun akan mensterilkan sekolah tersebut, karena ada bangunan yang ambruk.

“Sampai malam tidak apa-apa mas, namanya juga tugas. Yang penting mengamankan barang dulu. Karena takut sekolah itu roboh,” katanya.

Mendengar ada bencana banjir, BPBD langsung menerjunkan Tim Reaksi Cepat (TRC)Bondowoso. Disana mereka melakukan pengamanan dan pendataan. Hasilnya air menggenang setinggi pinggang orang dewasa di titik sekolah itu. Sementara ada satu bangunan ambrol.

Diketahui meluapnya air tidak hanya pada  satu titik. Namun, ada titik air juga meluap di Karangasem, Desa Grujugan Kidul. Beberapa rumah warga tergenang. Selain itu lahan pertanian juga tergenang. Hanya saja, untuk lahan pertaniannya masih belum dikatakan bencana.

Sementara itu, staf Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Bondowoso, H,Juned, yang juga turun ke TKP mengatakan, bencana banjir yang menimpa SMP NU dan SMK Al-Hikam ini dipicu tingginya curah hujan selama 4 jam, sehingga mengakibatkan banjir yang mencapai lutut orang dewasa.

Selain itu, terjadinya banjir akibat jebolnya plengsengan dari sawah warga, sehingga tumpahan air dari sawah membuat debit air tinggi, dan saluran irigasi tidak mampu menampung air hingga meluap ke ruangan sekolah.

“Meski begitu tidak ada korban jiwa dalam kejadian benjir di desa Pekalangan ini, hanya ada kerugian fisik, namun belum dihitung beberapa jumlah kerugiannya,”kata Juned.

Sementara itu, kejadian bencana banjir hari ini, ada beberapa wilayah. Namun, pihak BPBD belum mengetahui secara pasti terkait lokasi yang dilanda banjir, sehingga tidak bisa memastikan daerah yang mengalami bencana banjir.

“Informasi yang kami dapat, pada hari ini tidak hanya di desa Pekalangan saja yang terjadi banjir, tapi ada beberapa wilayah. Tapi kita belum tahu berapa lokasi yang kena musibah ini,”kata Bambang Sutrisno, yang juga salah satu staf BPBD.

Secara kesuluruhan, pihaknya masih mendata jumlah wilayah dan kerugian akibat bencana banjir tersebut, sehingga BPBD tidak bisa memastikan nilai kerugiannya akibat becana ini.

 “Secepatnya kita dapat mendata semua bencana bancana banjir yang terjadi hari ini,” Imbuhnya.(her)

 

Editor :