suara-publik.com skyscraper
suara-publik.com skyscraper

Serang Polisi dengan Badik, Pelaku Curanmor Ditembak Mati

avatar suara-publik.com
  • URL berhasil dicopy

Surabaya, Suara Publik.  Satu pelaku curanmor yang bernama Mukri Alfian alias Hermawan, semalam (Jumat, 17/03/2017) tewas diterjang timah panas polisi. Pria 35 tahun asal Sampang Madura yang sehari hari tinggal di daerah Dupak Magersari gang 3, Surabaya itu ditembak setelah menyerang polisi dengan senjata tajam (sajam) jenis badik saat disergap. Diduga, Mukri merupakan salah satu komplotan pelaku curanmor yang sudah beraksi di 42 TKP di Surabaya. 

 

Sebelum tewas, Mukri terjaring penyekatan Satreskrim Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya di Jembatan Tol Suramadu. Dia dihentikan paksa disana sekitar pukul 05.00 Wib. Sebab, motor beat putih yang dibawanya mencurigakan. Setelah dicek, plat M dan STNK memang cocok. Namun setelah dicek nomor rangka dan nomor mesin, ternyata motor tersebut memiliki plat L. 

 

"Darisana kami melakukan interogasi kepada pelaku. Namun dia terus mengaku tidak tahu menahu tentang motor yang dibawanya. Padahal kami sudah mengetahui alamat korban sesuai dengan nopol asli motor tersebut," papar Kasatreskrim Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, AKP Ardian Satrio Utomo, di dampingi KBO Reskrim, Iptu Roni Faslah.

 

Karena terus tidak mengaku, pelaku akhirnya dikeler menuju TKP(rumah korban). Namun pada saat diturunkan dari mobil, pelaku kabur. Dari itu, petugas akhirnya melakukan pengejaran dengan cara menyebar. "Sebagian dari kami menuju rumah korban(H, red) di daerah Gundih, Dupak Surabaya. Sebagian lagi memburu pelaku," imbuh AKP Ardian.

 

Mantan Kanit Jatanras Polrestabes Surabaya ini menambahkan, korban H membenarkan jika motor tersebut telah dicuri pelaku pada tiga hari yang lalu. Saat itu, modus yang digunakan pelaku yaitu dengan cara hendak memakirkan motor korban. Tapi ternyata dibawa kabur oleh pelaku. Darisana kami pastikan bahwa pelakulah yang melakukan pencurian itu. 

 

Di tempat terpisah, anggota yang sudah mengantongi alamat tinggal pelaku, langsung melakukan penggerebekan. Yaitu di Jalan Dupak Magersari gang 3. Tapi saat digerebek, pelaku ternyata tidak ada di rumah. Darisana, anggota kembali melakukan penyisiran di daerah Dupak. Dan sekitar pukul 16.00 Wib, anggota mendapat informasi bahwa pelaku berada di daerah Jatisari, Dupak, Demak, Surabaya.

 

"Kami langsung bergerak ke TKP yang dimaksud. Setelah melihat pelaku, kami langsung mengepungnya. Saat kami kepung itulah, sambil mencoba kabur, pelaku menyerang kami dengan badik yang dibawanya. Saat itulah kami terpaksa mengeluarkan tembakan, namun tidak dihiraukan oleh pelaku," tambah AKP Ardian.

 

Tidak ingin anggota terluka dan pelaku kabur, Satreskrim Polres Pelabuhan Tanjung Perak akhinya melakukan tindakan tegas terukur dengan menembak pelaku. Penembakan itu dilakukan sekitar pukul 17.15 Wib. Pelaku akhinya dibawa ke rumah sakit. Namun dalam perjalanan, ternyata pelaku sudah menghembuskan nafas terakhirnya. Dan sekitar pukul 17.45 Wib, pelaku tiba di Kamar Mayat RSUD dr Soetomo Surabaya. Pelaku tertembak di bagian dada. 

 

Dari informasi yang di dapat di lapangan. Mukri diduga merupakan salah satu anggota komplotan pelaku curanmor yang beberapa hari lalu berhasil ditangkap Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya. Komplotan tersebut antara lain M Amin (25), warga Jalan Sawahpulo Kulon I; M Haris (31), warga Jalan Hang Tuah Gang 5; dan Muslih alias Imam (32), warga Jalan Jatisrono Timur Gang 1. Selain tiga tersangka yang ditembak itu, saat itu juga ditangkap M Harun (41), warga Jalan Bulak Banteng Tengah. Mereka merupakan komplotan yang beraksi di 42 TKP. 

 

"Ini adalah hasil dari penyekatan yang kami lakukan di Suramadu selama dua minggu nonstop sesuai perintah Bapak Kapolres. Kami bekerja 24 jam dengan kekuatan 8 Tim. Satu tim beranggotakan 23 personil. Setiap tim, dalam sehari bertugas selama 3 jam. Semoga ini bisa menekan angka curanmor dan menjaring para pelakunya," tandas AKP Ardian.(TOM).

Editor :