Surabaya Suara-Publik. Sesosok mayat pria ditemukan warga tergeletak di tepi Jalan Larangan, sebelah utara Kenjeran Park Surabaya, Kamis (23/03/2017) sekitar pukul 06.30 Wib. Mayat penuh luka dan darah itu, diduga korban pembunuhan. Kendati awalnya jasad pria tersebut ditemukan tanpa identitas. Namun identitasnya akhirnya terungkap. Pria itu bernama Denny Ariessandi (37) asal Pondok Maritim Indah L-45, Surabaya. Dari hasil identifikasi, diketahui korban tewas setelah menderita luka sebanyak 32 tusukan.
Luka 32 tusukan yang ada pada tubuh korban, terdapat pada punggung, dada, leher dan kepala. Diduga, tusukan itu berasal dari benda tajam. Diduga kuat, Jalan Larangan hanya sebagai tempat pembuangan korban. Sebab dari sejumlah warga di sekitar TKP menyatakan tidak mendengar pertikaian atau jeritan minta tolong dari korban. Apalagi, Jalan Larangan tergolong sepi ketika malam hari.
Hingga semalam, Unit Reskrim Polsek Kenjeran dan Satreskrim Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya masih terus melakukan penyelidikan terkait peristiwa tersebut. "Dugaan sementara memang mengarah pada pembunuhan. Tapi itu baru dugaan. Tapi kami sudah menyebar anggota untuk mendatangi rumah korban dan meminta keterangan dari sejumlah saksi," beber Kasatreskrim Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, AKP Ardian Satrio Utomo.
Sementara itu, dari pantauan di TKP, ditemukannya mayat korban membuat warga sekitar berbondong bondong ke TKP. Warga seolah tidak percaya, jika ada korban pembunuhan yang mereka lihat. Sebab, disana tidak pernah terjadi peristiwa serupa. "Bukan orang sini itu Pak. Itu pasti dibuang. Dan tidak dibunuh disini," sebut Dimas, seorang warga.
Saat ditemukan, mayat korban menggunakan baju abu abu dan celana jeans. Selian itu, pada lengan kiri, korban memakai jam tangan dengan tali jam berwarna hitam. Untuk alas kaki yang dikenakan korban, terlihat logo nike pada telapak alas kaki. Wajah korban terlihat berlumuran darah.
Terkait CCTV, dari pantauan di lapangan. Terdapat CCTV sekitar 300 meter dari TKP dibuangnya korban. Namun hingga kini, pihak kepolisian masih belum membuka terkait CCTV tersebut. "Yang pasti, kami masih bekerja untuk mendapatkan petunjuk. Karena alamat korban juga sudah pindah. Yaitu di Perumahan Jaya Maspion Gedangan, Sidoarjo," sebut AKP Ardian.
Dari Informasi yang berhasil dihimpun di lapangan. Korban, Denny diketahui sebagai pengemudi taxi online. "Dia (Denny, red) sudah lama menjadi pengemudi taxi online. Tapi dia masuk dalam grup 'kalong'. Kalong itu sendiri merupakan taxi online yang biasa beroperasi pada malam hari hingga pagi," kata seorang driver taxi online yang tidak bersedia namanya disebut.
Denny, sang korban, masih kata driver itu, biasa mangkal di daerah pusat kota Surabaya. Dikabarkan, Denny biasa memakai mobil Daihatsu Xenia L 1620 MS untuk taxi online. "Dari grup kami(driver taxi online, red) itu yang tersebar. Bahwa mobil yang dikendarai korban, itu dinyatakan hilang dan diduga dibawa kabur pelaku pembunuhannya," tambahnya.
Sementara dari keterangan warga di Perumahan Pondok Maritim Indah, sejumlah warga membenarkan jika korban Denny pernah tinggal di rumah L-45. Namun sudah hampir 2 tahun, Denny pindah dari rumah tersebut. "Kami tahunya dulu memang dia sopir taxi online. Tapi tidak tau sekarang kerjanya apa," ungkap seorang warga.
Editor : Pak RW