suara-publik.com skyscraper
suara-publik.com skyscraper

Ribuan Warga NU Kepung Kota Bondowoso Ikuti JJS Ber-infaq

avatar suara-publik.com
  • URL berhasil dicopy

BONDOWOSO, Suara Publik - Ribuan warga nahdlatul ulamak (NU) Bondowoso, memadati alun-alun Kibagus Azra, yang datang dari segala penjuru desa sekabupaten Bondowoso, dalam rangka mengikuti acara jalan-jalan santai (JJS) ber-infaq.

          Peringatan hari ulang tahun NU yang ke 94 ini, dikemas dengan acara JJS ber-infaq ini, diikuti oleh semua lapisan masyarakat, mulai dari petani, pegawai swasta dan PNS hingga pejabat Pemkab Bondowoso.

          Sementara hadiah yang disiapkan oleh panitia selain hadiah utama umrah, ada 26 sepeda motor, 30 sepeda gunung, 23 televisi dan puluhan hadiah hiburan lain.

          Acara JJS itu pula dihadiri dari jajaran PCNU mulai Syuriah dan Tahfidziyah, Bupati dan Ketua DPRD serta Forkopimda Kabupaten Bondowoso. Peserta dari 23 Kecamatan di Bondowoso.

          Sedangkan, start dimulai dari enam titik. Seperti dari kantor Education Devloment Centre (EDC) yang memberangkatkan warga dari kecamatan Wringin, Pakem, Curahdami, Binakal, Lapangan Sekarputih, terdari dari kecamatan Tegalampel, Tamankrocok, Kantor DPRD, Cermee, Prajekan, Klabang, Botolinggo, Tapen, Wonosari, Tenggarang, Lapangan Koncer, Jambesari, Pujer, Tlogosari, Sukosari, Sumber wringin, Sempol, Lapangan bursa mobil, terdairi dari warga Kota, Grujugan, Tamanan, Maesan dan Kantor PCNU berasal dari warga Tionghua.

Bupati Bondowoso, H Amin Said Husni menyampaikan sangat berterimakasi kepada penitia yang telah melaksanakan kegiatan JJS ini. Ia juga sangat mendukung terhadap warga NU Bondowoso, agar tidak melupakan jasa ulama dalam pendirian NKRI.

“Karena pada saat mendirikan Republik Indonesia ini, Ulamak sangat berperan, sehingga tidak salah jika warga NU merayakan HUT ke 94 ini dengan suka cita,”kata Bupati.

Bupati juga mengungkapkan, pendirian bangsa ini pada saat masa perjuangan banyak digagas oleh para ulama, salah satunya adalah pangeran Diponegoro yang juga merupakan ulama berpangaruh saat itu.

"Atas gagasan dan sumbangsih pemikiran ulamak, kemudian para ulama menyetujui negara ini dibentuk NKRI dengan Pancasila sebagai dasar negara," katanya.

Bupati juga mengajak warga NU untuk tetap menjaga persatuan dan kesatuan NKRI. Sebab, para ulamak saat mendirikan NKRI sudah banyak berkorban, baik itu korban nyawa maupun harta.

“Maka dari itu, saya mengajak semua warga NU agar tetap menjaga keutuhan NKRI dan sekaligus melanjutkan perjuagan para Ulamak yang telah mendhului kita,”ujarnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Bondowoso, Ahmad Dhafir mengatakan, dilaksanakannya JJS ber-infaq ini adalah sebagai bentuk penghormatan kepada pendiri bangsa ini, terutama para ulamak yang telah susah payah bahkan nyawapun dikorbankan hanya untuk mendirikan NKRI.

“Maka tidak salah jika warga NU merayakan HUT ini dengan acara JJS ber-infaq, dan ini pula sebagai bentuk sukacita dan penghormatan kepada pendiri bangsa ini,”kata Ahmad Dhafir.

Dhafir mengungkapkan, JJS ber-infaq ini, pihak panitia menyiapkan 200 ribu kupon dengan nilai infaq per kupon Rp 5.000 rupiah, maka infaq yang terkumpul dari hasil penjualan kupon tersebut sebesar Rp 1 miliar yang kemudian akan diberikan pada anak yatim dan kaum duafa di Bondowoso.

"Jadi hadiah yang disiapkan itu bukan dari penjualan kupon, tetapi panitia dari PCNU sudah menyiapkan dari dana yang dimiliki," katanya.

Dia menambahkan, hadiah yang disiapkan oleh panitia itu merupakan hiburan bagi warga, sekaligus untuk merangsang kecintaan warga NU kepada ulamak.

“Hadiah itu bukan segala-galanya dalam acara JJS ini, tapi bagaimana warga NU mengaplikasikan kecintaanya kepada ulamak dan menjaga kuutuhan NKRI,”imbuhnya. (her)

 

Editor :