suara-publik.com skyscraper
suara-publik.com skyscraper

Lembaga Macan Kemayoran Acungkan Jempol Program TMMD

avatar suara-publik.com
  • URL berhasil dicopy

Jakarta,suara-publik.com-Dwifungsi ABRI yang kerap dinamakan ABRI Masuk Desa (AMD) kini seakan muncul kembali dengan wajah baru. Namanya: TNI Manunggal Masuk Desa (TMMD). hidupnya kembali fungsi teritorial militer ini menarik perhatian publik,telah dilaksanakan pada 10-30 Oktober 2011 mendatang, akan digelar TMMD ke-87” Kami acungkan jempol untuk kemanunggalan ABRI dengan Rakyat yang selama ini nama ABRI dapat dikatakan pusar dari sisi rakyat, kini terasa erat kembali karena program TMMD ini”, ujar ketua harian kolektik/wakil ketua umum Lembaga Macan Kemayoran (LMK) H.Abdul Rasyid, yang didampingiketua I, Bang Sinyo, dan Sekjen, Mansya (bang Anca )  kepada wartawan disela acara TMMD di Kemayoran Jakarta Pusat,(30/10).
H.Abdul Rayid yang menghadiri acara tersebut dengan seluruh jajaran pengurus LMK dan mewakili ketua umum LMK H.M.Maghdum (lebih dikenal H.Dudung tokoh Betawi Kemayoran), mengakui kegotong-royongan ABRI dengan rakyat cukup harmonis dan perlu dilakukakan berulang, sehingga rakyat semakin merasakan kenyamanan dan ketentraman serta dapat menggugah masyarakat bahwa membangun negeri ini bukan hanya tanggung jawab ABRI semata namun juga tugas seluruh rakyat indonesia.
Menurut H.A Rasyid, sejalan dengan lajunya roda organisasi ditubuh LMK yang juga telah berkiprah hampir diseluruh kota di Indonesia, membuka mata bahwa LMK bukan hanya milik warga Kemayoran, tapi LMK juga telah membangun dalam bidang sosial, budaya dan kemanusiaan.” LMK hadir dimasyarakat bukan untuk jadi hantu masyarakat, namun bagaimana dapat menjaga kewibawaan martabat warga Betawi yang selalu identik dengan agamais dan cinta tanah air”, tegasnya.


Ditambahakannya, bahwa LMK sudah go internasional dengan disebutnya Macan Kemayoran dibidang olahraga sepak bola serta program kemanusiaan ketika kota-kota di Indonesia sedang dilanda bencana, LMK mengirimkan kadernya dan bantuan sembako untuk korban bencana.
“ Sedangkan didalam internal kota Jakarta, LMK akan membenahi semua seni budaya, karena keprihatinan kami saat ini ondel-ondel telah dipakai mengamen pada menjelang waktu Sholat seperti disaat maghrib yang seharusnya warga betawi mempunya tradisi, beribadah dan mengaji”, paparnya.
H.A.Rayid berharap, kota Jakarta bukan hanya milik warga Betawi saja namun para pendatang juga harus mengutamakan dan membantu pemerintah kota dalam program kebersihan, keindahan dan ketentraman kota Betawi”, pungkasnya.        (iqbal)  

Editor :