Laporan: Tom.
SURABAYA Suara-Publik. Petugas Polsek Bubutan Surabaya mengamankan satu dari dua pelaku penjambret dari amukan massa, di jalan Kalibutuh, selasa (4/7) sekira pukul 19.50 wib. Sebelumnya pelaku ini berusaha merampas sebuah tas milik Febri Putri.
Sementara satu pelaku lainya lolos dari kejaran warga dan hingga kini masih diburu petugas. Tak hanya itu, motor yang digunakan pelaku bahkan dibakar massa yang marah hingga menyisakan rangka.
"Kami berhasil amankan satu pelaku. Sedangkan satu pelaku lainnya berhasil melarikan diri," sebut Kanitreskrim Polsek Bubutan AKP Budi Waluyo, Selasa (4/7).
Budi menerangkan peristiwa penjambretan itu berawal saat korban yang bernama Febri Putri melintas mengendarai motor di Jalan Arjuna. Nah, searah kemudian, tiba-tiba dari arah belakang ada sebuah motor Honda Vario yang ditumpangi dua orang laki-laki memepetnya. Salah satu pelaku langsung merampas tas yang dibawa korban. Sontak, korban kaget dan langsung berteriak " jambret" sambil meminta tolong.
Kedua pelaku lantas kabur ke arah Jalan Kali Butuh. Di situ warga berusaha menghadang dan mengepung laju motor pelaku. Usaha warga pun membuahkan hasil. Motor pelaku akhirnya jatuh dan keduanya berlari kabur. Satu pelaku tertangkap, namun satunya berhasil kabur.
Pelaku yang tertangkap akhirnya menjadi samsak hidup warga yang geram. Motor pelaku pun tak luput dari sasaran kemarahan. Motor itu kemudian dibakar hingga menyisakan rangkanya saja.
Polisi yang datang ke lokasi segera mengamankan pelaku dari amuk massa. Pelaku kemudian dievakuasi dan segera dibawa ke Polsek Bubutan bersama barang bukti. Korban pun juga turut dibawa untuk dimintai keterangan lebih lanjut.
Berdasar hasil interogasi sementara, diketahui pelaku bernama Alfan Hidayat. Dia mengaku berusia 29 tahun dan berasal dari Camplong, Madura. Namun, dia tinggal di Jalan Sidotopo Sekolahan Surabaya bersama anak istrinya.
"Saat ini pelaku masih kami periksa lebih lanjut. Dari pengakuannya, dia sudah beraksi sebanyak empat kali. Kasus ini masih akan kami kembangkan. Sebab tidak menutup kemungkinan pelaku tidak hanya beraksi sebanyak empat kali ini saja," tandas mantan KBO Satreskoba Polrestabes Surabaya itu.
Editor : Redaksi