Laporan:Tom
SURABAYA - Jika biasanya warga menolak penggusuran atau penutupan sekolah yang dilakukan pihak tertentu, lain halnya yang terjadi di Kelurahan Lidah Wetan Kecamatan Lakarsantri Surabaya, Kamis, 20 juli 2017 siang, puluhan warga Lembah Harapan dan Bukit Mas dari Rw 06.dan Rw.07,menggruduk kantor Kelurahan Lidah Wetan Surabaya, menolak rencana pembangunan gedung yang ke tiga Sekolah Grammar School ( SGS) di wilayahnya.
Mereka mendatangi kantor kelurahan Lidah Wetan untuk melakukan mediasi terkait yang akan dibangunnya gedung Sekolah Grammar School yang ketiga. Dalam mediasi yang dilakukan di Kelurahan ini dihadiri oleh pihak instansi dari Lingkungan Hidup, Camat Lakarsantri, dan juga dari dinas Cipta Karya beserta hadir juga dari ketua yayasan Sekolah Grammar School ( SGS).
" Yosep selaku Ketua Rt.02 / Rw.07 Lembah Harapan, Kelurahan Lidah Wetan , saat ditemui mengatakan, alasan penolakan pembangunan gedung SGS yang ketiga yakni SMP - SMA ini karena merasa Keberadaannya yang bikin akses jalan diwilayah Perumahan Lembah Harapan macet akibat antar jemput yang keluar masuk.biasanya jam 07.00 pagi bisa jalan jalan menikmati udara segar sekarang sudah tidak bisa lagi karena akses jalan Perumahan Lembah Harapan dipenuhi mobil para pengantar siswa siswi yang bersekolah di SGS," kata Yosep kepada awak media, kamis (20/7).
Yosep melanjutkan, pembangunan sekolah tersebut seharusnya tidak dilakukan karena berada di tengah pemukiman penduduk. Untuk itu kami warga menolak pembangunan gedung SMP - SMA sekolah Grammar School yang ketiga ini," tegasnya.
Ditempat yang sama, saat dikonfirmasi wartawan, Ketua Yayasan SGS melalui kuasa hukum Mursid Mudiantoro mengatakan, jika pihak SGS akan membatalkan pembangunan gedung ketiga yang rencananya akan dibuat SMP dan SMA diwilayah tersebut. Selain itu, dirinya masih menampung usulan-usulan warga yang mendapatkan dampak langsung sejak sekolah elit tersebut di bangun.
“Kami akan batalkan pembangunan gedung ketiga kami, dan akan menemukan solusi dari permasalahan yang dikeluhkan warga. Karena, semua masalah pasti ada solusinya,” jelasnya singkat.
Editor : Redaksi