suara-publik.com skyscraper
suara-publik.com skyscraper

Perluas Kegiatan, Turun Sidak Kali Brantas

avatar suara-publik.com
  • URL berhasil dicopy

Akhir 2011, Tim Patroli Air Segera Adakan Evaluasi Kinerja

SURABAYA (Suara Publik)- Dalam waktu dekat, pada Desember mendatang Tim Patroli Air (Terpadu) Jawa Timur bakal menggelar rapat evaluasi kinerja setahun. Kegiatan rutin ini untuk mengevaluasi kinerja tim selama menggelar sidak (inspeksi mendadak) mulai akhir 2010 s/d akhir 2011. Dan diketahui, kegiatan sidak Tim Patroli Air ini sudah berjalan tiga tahun lamanya, sejak November 2008 hingga sekarang. Rencananya, evaluasi bakal digelar di Selorejo Malang.

            Koordinator Lapangan Tim Patroli Air (Terpadu) Jawa Timur, Imam Rochani saat dikonfirmasi, Rabu (9/11) mengatakan, rapat evaluasi itu dilakukan untuk mengetahui hasil dan perkembangan kinerja tim dalam menggelar sidak selama tiga tahun. Artinya, dari evaluasi tersebut akan diketahui berapa jumlah industri yang telah terjaring dan memperoleh surat peringatan. Bahkan, akan dievaluasi pula beberapa industri yang masih menjalani proses penegakan hukum, maupun telah divonis pengadilan. “Adanya evaluasi ini, maka kami dapat menyusun program dan target untuk tahun 2012 mendatang yakni tim dapat bekerja lebih efektif. Hasil sidak dari Tim selama tiga tahun menjadi referensi kegiatan yang lebih baik,” ungkap Imam kepada Suara Publik.

            Saat ditanya tempat diadakannya rapat evaluasi, Imam mengaku sengaja ditempatkan di Kawasan Wisata Waduk Selorejo Malang. Dikarenakan dipilih sebagai bentuk penyegaran kepada anggota tim gabungan yang selalu bertugas sidak susur sungai. “Lagipula, pihak Perum. Jasa Tirta I yang juga menjadi bagian Tim Patroli Air juga merelakan tempat yang dikelolanya untuk difungsikan sebagai tempat rapat sekaligus relaksasi Tim Patroli Air,” kata Imam sembari tersenyum.

            Dilokasi yang sama, tim juga bakal mengadakan workshop dengan mengundang pelaku industry di sepanjang Kali Surabaya. Rata-rata para pelaku industry ini yang pernah terjaring oleh tim Patroli Air, baik yang baru mendapatkan surat peringatan, menjalani proses penyidikan di kepolisian, atau telah mendapatkan vonis dari pengadilan. Tujuannya, agar mereka segera berbenah dalam pengelolaan lngkungan hidup, khususnya sungai.

            Rencananya, dalam workshop tersebut, tim akan meminta perwakilan industry (perusahaan) untuk memberikan testimoni saat menjalani proses pembinaan hingga dalam proses hokum, dan mendapat vonis. “Dari pengalaman dan testimoni itu, maka dapat dijadikan pelajaran bagi industri lain yang masih mendapatkan peringatan dan pembinaan,” jelas Imam.

            Disisi lain, Imam mengungkapkan, direncanakan diakhir tahun 2011 ini pula, Tim Patroli Air (Terpadu) Jawa Timur segera melakukan sidak pencemaran industry di sepanjang sungai Kali Brantas. Sidak identifikasi ini akan dilakukan dalam beberapa hari dengan rute yang akan ditentukan oleh tim. Kini, pihaknya telah memperoleh informasi tentang data dan peta Sungai Brantas dan dalam November ini akan dipetakan rutenya. “Yang jelas sidak tak dilakukan sekali, tapi beberapa kali. Kalau dilakukan sekali dari hulu ke hilir, bisa sampai dua minggu, sehingga, jalur akan dipetakan dulu agar tim dapat melakukan identifikasi lebih maksimal,” ujarnya.

            Menurut Imam, untuk melakukan sidak di sepanjang DAS Brantas memang tak mudah. Selain tantangan dari kondisi fisik medan sungai, jalur yang panjang juga memerlukan waktu lebih lama. Dengan begitu, maka sidak tak hanya dilakukan melalui jalur air, tapi juga bisa melalui jalur darat, jika kondisi medan tak dapat dilalui oleh perahu karet tim.

            “Patroli air dengan skala lebih luas ini memang perlu dilakukan. Ini karena, dari hasil patroli di sepanjang Kali Surabaya saja sudah dapat diketahui dampak positifnya dengan terjaringnya puluhan industri yang mencemari sungai dengan membuang limbah cair selama hampir tiga tahun dilakukan patroli. Sehingga, jika ini dilakukan di sepanjang DAS Brantas, maka pencemaran sungai dari industri dapat lebih ditekan, “ tegasnya.

            Pernah disampaikan Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Propinsi Jatim, Indra Wiragana, SH usai membuka sosialisasi pembinaan penegakan hukum terpadu bagi Kabupaten/Kota se Jatim, pihaknya mendukung penuh rencana Tim Patroli Air untuk menyusuri DAS Brantas dan mendeteksi pencemaran di sungai terbesar itu, seperti yang disampaikan Direktur LSM Konsorsium Lingkungan Hidup (KLH) Jatim, Imam Rochani. “Ya itu sangat penting, karena selayaknya kegiatan sidak bukan hanya dilakukan di sungai Kali Surabaya saja, akan tetapi sungai Brantas secara luas juga perlu pemantauan secara spesifik. Kegiatan ini wajib dilakukan karena demi kelestarian sungai di Jatim,” tegas Indra kepada Suara Publik di Hotel Utami, Senin (7/11). q  dra

 

 

Editor :