suara-publik.com skyscraper
suara-publik.com skyscraper

Walikota Jakarta Barat Diminta Tegas

avatar suara-publik.com
  • URL berhasil dicopy

Laporan wartawan SP: Iqbal Jakarta

Foto Bangunan Jl. Jembatan Besi 2

Jakarta, suara-publik.com- Gara-gara kanopi jendela tempat usaha seorang pengusaha konveksi yang sedang direnovasi, nyaris berakibat terjadinya kericuhan antara warga, ormas bahkan wartawan yang mencermati perselisihan antar kedua pengusaha Johan Affandi dan Chan di Jalan Jembatan Besi 2 R t 003/04 Kecamatan Tambora Jakarta Barat. Senin (28/11).

Pasalnya Chan yang pengusaha konveksi tidak mau menerima putusan musyawarah yang pernah dilakukan kedua belah pihak untuk membongkar sendiri kanopi jendelanya. Padahal bangunan itu memakan tanah yang berdasarkan penilaian  BPN mutlak milik Johan Affandi. Terlebih pengusaha konveksi diduga telah mengadukan hal yang dianggapnya  benar itu kebeberapa media lewat oknum anggota ormas, sehingga terjadi kesalahan pemberitaan yang ditanggapi wartawan dan telah dilansir media  dijakarta.

Mencermati hal tersebut , Ketua Gabungan Wartawan (GAWAT) Jakarta  Barat , Mansyur merasa prihatin akan hal itu, sehingga akan memohon kepada Walikota Jakarta Barat  untuk menerima laporan, mempelajari, mencermati dan memberi  putusan tegas. Agar hal tersebut  jangan sampai terjadi kesalah fahaman antar warga, ormas dan khususnya wartawan, karena hal ini akan menimbulakn kericuhan yang berkepanjangan.

Mansyur juga menegaskan, kepada wartawan yang tergabung dalam GAWAT Jakarta Barat untuk tidak mudah mengambil putusan sehingga pemberitaan yang dibuat telah dianggap benar” Media harus menjadi Jurnalistik damai,  selain memiliki pola dasar pemikiran dalam meneropong lingkungan, media juga harus berupaya mencari jalan penyelesaiannya”. Ujarnya.

Seorang tokoh masyarakat Tambora yang tidak mau disebutkan namanya kepada wartawan mengungkapkan, kericuhan yang berawal karena diduga gengsi pengusaha konveksi itu telah memakai tangan orang yang salah untuk memprovokasi warga dan mengatasnamakan warga yang seolah menuntut  jalan orang (Gang),” tapi warga yang mana? warga asli tidak mempersoalkannya, Saya faham betul kronologi atau asal usul sebelum tanah di beli Johan Affandi dari pemilik lama dan johan Affandi adalah pemilik yang syah untuk menguasai tanah tersebut”, ungkapnya.

Johan Affandi pada Suara-Publik.com menyatakan, bahwa hubungan dirinya dan warga selama ini baik-baik saja tidak pernah ada yang mempersoalkanhal tanah, kini dirinya akan membangun rumah tinggalnya sudah dapat persetujuan warga hanya yang jadi persoalan kanopi pengusaha konveksi memakan badan tanah yang akan dibangun.  iqb

 

Editor :