suara-publik.com skyscraper
suara-publik.com skyscraper

Nyamar Jadi Tukang Go-Jek, Anggota Polsek Genteng Tembak Mati Residivis Curanmor.

avatar suara-publik.com
suara-publik.com leaderboard

Laporan:Tom

SURABAYA Suara-Publik. Pelaku Resisivis pencurian sepeda motor ( curanmor) yang sudah beraksi puluhan TKP di wilayah Genteng dan di wilayah Wonocolo yang diketahui bernama Muhammad Umar (34) warga jalan Wonosari Tegal 4 /19 Semampir Surabaya, akhirnya tewas ditembak Tim Anti Bandit Polsek Genteng Surabaya karena melakukan perlawanan ketika ditangkap dengan menggunakan sebelah pisau penghabisan sepanjang 40 cm, Selasa (19/9/2017) sekira pukul 12 30 Wib siang tadi.

Sebelum aksi penembakan berlangsung, tersangka Muhammad Umar memang sudah menjadi target penangkapan. Namun, karena tersangka dikenal licin, polisi sering kehilangan jejaknya. Tersangka ini juga dikenal sadis, aksi terakhir melakukan pencurian sepeda motor didepan gedung depan di Sinar Mas jalan Pemuda Surabaya.

Tersangka ini memiliki track record kejahatan yang cukup banyak, ada sedikitnya 13 TKP yang melibatkan dirinya. Selain dikenal sadis, tersangka berani melakukan perlawanan dengan berbekal senjata tajam mengancam anggota. Dua kali tembakan peringatan saat akan ditangkap tidak membuat dirinya menyerah. Malah berbekal pisau penghabisan balik menyerang petugas. ” Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Leonard Sinambela menjelaskan, penangkapan dan penembakan terhadap tersangka ini, Tim Anti Bandit Polsek Genteng selama kurang lebih 3 minggu melakukan kegiatan pemancingan curanmor dengan menyamar sebagai pengemudi GOJEK di depan gedung sinar mas jalan Pemuda Surabaya dan didepan gedung mandiri jalan Basuki Rahmat Surabaya.

Dengan dasar kejadian kejadian sebelumnya telah terjadi curat ranmor di depan gedung sinarmas jalan Pemuda Surabaya depan gedung mandiri jalan Basuki Rahmat Surabaya, samping gramedia expo/dyandra jalan Basuki Rahmat dan dpn WTC jalan Pemuda Surabaya yang mana tim anti bandit polsek Genteng dibagi menjadi 2 tim, yaitu 4 org terdiri dari AKP Agung Pribadi ( kanit reskrim), BRIPKA Rudi Hartono, Anton Yuniarso dan BRIGPOL IRAWAN melakukan pemancingan di depan gedung sinar mas jalan Pemuda Surabaya," terang Leonard Sinambela, Selasa (19/9).

Masih lanjut Leonard Sinambela, Dan tim lainnya 5 anggota terdiri dari AIPTU Mursidi, AIPTU M Amin Silong, AIPTU Kusmono, AIPDA Ribut Haryoni dan BRIPKA Andik Yulianto. Melakukan pemancingan di depan gedung mandiri jalan Basuki Rahmat. Kemudian sekira jam 12.25 Wib, tersangka nampak mendekati ranmor umpan, kemudian terlihat merusak paksa kunci kontak ranmor umpan lalu menyalakan mesin dan membawa kabur. Dengan adanya hal tersebut ke 4 anggota mengejar pelaku hingga akhirnya BRIPKA Anton Yuniarso yang berboncengan dengan BRIPKA Rudi Hartono Dan sekitar jarak 100 meter tiba tiba mesin sepeda motor umpan tiba tiba mati kemudian petugas menendang pelaku hingga pelaku terjatuh dari ranmor umpan yang dikendarainya," pungkas Leonard.

Setelah jatuh tersangka langsung bangkit langsung mengambil sebilah pisau penghabisan dari balik jaketnya yang digunakannya langsung menyerang dengan mengangkat pisau membabatkan dengan membabibuta mengarahkan / membacok ke BRIPKA Rudi Hartono dan BRIPKA Anton. Karena dinilai membahayakan jiwa dan raga petugas sehingga kemudian BRIPKA Rudi Hartono melakukan tindakan tegas dan terukur melakukan penembakan ke arah kaki karena masih membabatkan sajamnya maka AKP Agung Pribadi yang berboncengan dengan BRIGPOL Irawan yang berada di belakang lansung melakukan penembakan Ke arah dada tersangka dan langsung jatuh ditempat kemudian tersangka menghembuskan nafas terakhir pada saat perjalanan menuju rumah sakit," tandasnya..

Editor : Redaksi

suara-publik.com skyscraper