suara-publik.com skyscraper
suara-publik.com skyscraper

Jelang Akhir 2011, Tim Patroli Air Sidak Brantas

avatar suara-publik.com
  • URL berhasil dicopy

SURABAYA (suara-publik.com)- Dalam upaya perluasan kegiatan Tim Patroli Air hingga ke Daerah Alirah Sungai (DAS) Brantas, Perum. Jasa Tirta (PJT) I sebagai pihak pengelola sungai sebagai sumber air baku juga mendukung kegiatan tersebut. Terbukti, pada Kamis (1/12) kemarin, PJT I mengadakan rapat koordinasi bersama Badan Lingkungan Hidup (BLH) Propinsi Jawa Timur dan LSM Konsorsium Lingkungan Hidup (KLH) Jawa Timur untuk membahas teknis dan waktu pelaksanaan kegiatan inspeksi mendadak (sidak) Kali Brantas di kantor pusat PJT I di Malang.

Selain teknis dan waktu pelaksanaan, rapat koordinasi itu juga membahas titik-titik wilayah sungai Brantas dari hulu ke hilir yang berpotensi memiliki tingkat pencemaran tinggi. Dimana, diwilayah-wilayah sungai tersebut, terdapat banyak industri yang berpotensi membuang limbahnya, maupun pencemaran dari limbah domestik. Dari beberapa pantauan dan data yang ada, antara PJT I dan BLH Jatim sepakat untuk menyoroti beberapa lokasi DAS Brantas ditiap kabupaten/kota.

Untuk itu, PJT I akan melibatkan tiap Divisi Jasa ASA (Air dan Sumber Air) yang menaungi tiap-tiap wilayah DAS Brantas di kabupaten/kota di Jatim. Nantinya, tiap divisi Jasa ASA PJT I itu, akan mengawal Tim Patroli Air Jatim untuk melakukan kegiatan pembinaan dan pengawasan di Kali Brantas. Tiga divisi, yakni Divisi Jasa ASA I (menaungi wilayah kerja dari sumber Brantas-Malang sampai dengan Blitar), Divisi Jasa ASA II (menaungi wilayah kerja dari kab. Tulungagung - kab. Kediri dan sebagian kab. Jombang) dan Divisi Jasa ASA III (menaungi kab. Jombang – kab. Mojokerto – kab. Gresik/kab. Sidoarjo dan kota Surabaya), akan memaksimalkan upaya Tim Patroli Air dalam menekan pencemaran di kali Brantas.

Dalam rapat, Kepala Biro Pengelolaan Data dan Lingkungan PJT I, Ir. Vonny C. Setiawati, MT menyampaikan, dalam mendukung program kali (sungai) bersih di sungai Brantas, maka PJT I menyambut baik kegiatan Tim Patroli Air Jatim dalam melakukan pembinaan dan pengawasan di Kali Brantas. “Pada dasarnya, kami menyambut baik dan mendukung kegiatan Tim Patroli Air dalam memberantas pencemaran di DAS Brantas. Karena sama-sama diketahui, bahwa Kali Brantas juga merupakan sumber air baku, yang perlu dijaga kelestarian dan kebersihannya,” ujarnya, Kamis (1/12) diruang rapat kantor pusat PJT I.

Vonny menambahkan, aspirasi dari Tim Patroli Air ini, yang juga mendapat dukungan penuh dari BLH Jatim, merupakan tindak lanjut dari kegiatan Tim Patroli Air selama ini dalam melakukan pembinaan dan pengawasan di sungai Kali Surabaya (bagian DAS Brantas). “Kami akui, jika dengan hadirnya Tim Patroli Air yang dimotori BLH Jatim, PJT I dan Kepolisian berserta LSM-KLH selama kurun waktu 3 tahun ini, yakni sejak tahun 2008-2011, telah memberikan dampak positif di masyarakat dan pelaku industri di sepanjang bantaran kali Surabaya. Bahkan, kondisi kwalitas air di Kali Surabaya semakin baik, daripada tahun 2008 dan tahun-tahun sebelumnya. Terbukti, sudah semakin berkurangnya segala problematika yang menyangkut kondisi air Kali Surabaya. Dan hal itu butuh kerja keras, maka dari itu, PJT I dan BLH Jatim serta LSM-KLH juga menyusul Kepolisian akan terus bersinergi menjaga kelestarian Kali Brantas. Selain itu, kegiatan ini nantinya juga butuh dukungan dari tiap pemerintah kabupaten/kota yang terlintasi Kali Brantas,” ungkap wanita yang terkenal tegas di lingkungan kerja PJT I ini.

Menurut Vonny, pihaknya juga menghimbau agar dalam pelaksanaannya nanti, kegiatan susur sungai Kali Brantas dalam rangka pembinaan dan pengawasan ini, lebih diintensifkan disetiap perencanaannya. Mulai dari pemetaan kawasan dan titik lokasi yang terindikasi ada pencemaran hingga keselamatan (safety) bagi Tim Patroli Air harus benar-benar diperhatikan. Dikarenakan, medan (kondisi) dan struktur sungai Kali Brantas berbeda dan lebih ekstrim dari sungai Kali Surabaya. Dan direncanakan, kata Vonny, PJT I akan memfasilitasi Tim Patroli Air dengan berbagai peralatan dan perlengkapan Patroli Air. “Khususnya perlengkapan untuk keselamatan di sungai, saat berpatroli. Karena itu sangat penting, demi tugas mulia ini,” pungkasnya.   

Sementara itu, Kasubid Wasdal BLH Propinsi Jatim, Ainul Huri juga menghimbau agar kegiatan Patroli Air di DAS Brantas ini mendapat dukungan penuh dari pemerintah di kabupaten/kota yang terlintasi sungai Kali Brantas. “Kegiatan patroli yang akan diadakan dalam waktu dekat ini, untuk debut pertamanya hanya berkisar pemetaan dan pendeteksian wilayah DAS Brantas yang berpotensi terjadi pencemaran. Namun, tidak menutup kemungkinan, jika ditengah kegiatan terdapat temuan pencemaran oleh industri maka Tim akan turun melakukan pemeriksaan dan penyelidikan. Agar kedepan, di tahun 2012 mendatang, kegiatan ini akan lebih terfokus dan tertata, dan itu butuh dukungan dari semua pihak. Khususnya pemerintah di kabupaten/kota yang terlintasi DAS Brantas, ” tegasnya.

Disisi lain, Koordinator Lapangan Tim Patroli Air Jatim, Imam Rochani mengungkapkan, sidak identifikasi ini akan dilakukan dalam beberapa hari dengan rute yang akan ditentukan oleh tim. Imam mengakui pihaknya dan BLH Jatim telah memperoleh informasi tentang data dan peta sungai Kali Brantas. Dan dalam Desember ini, pihaknya bersama BLH Jatim dan PJT I akan membuat rutenya. “Yang jelas sidak tak dilakukan sekali, tapi beberapa kali. Kalau dilakukan sekali dari hulu ke hilir, bisa sampai dua minggu, sehingga, jalur akan dipetakan dulu agar tim dapat melakukan identifikasi lebih maksimal,” ujarnya.

Menurut Imam, sidak di sepanjang DAS Brantas memang tak mudah. Selain tantangan dari kondisi fisik medan sungai, jalur yang panjang juga memerlukan waktu lebih lama. Dengan begitu, maka sidak tak hanya dilakukan melalui jalur air, tapi juga bisa melalui jalur darat, apabila kondisi medan tak dapat dilalui oleh perahu tim. “Patroli air dengan skala lebih luas ini memang perlu dilakukan. Ini karena, dari hasil patroli di sepanjang Kali Surabaya saja sudah dapat diketahui dampak positifnya dengan terjaringnya puluhan industri yang mencemari sungai dengan membuang limbah cair selama hampir tiga tahun dilakukan patroli. Sehingga, jika ini dilakukan di sepanjang DAS Brantas, maka pencemaran sungai dari industri dapat lebih ditekan, “ tegas pria yang juga Direktur LSM-KLH Jatim ini.  (dra)

Editor :