Foto: Beny Gerungan, Berita Foto: Kritikan spanduk salah satu LSM dibawah Baner sosialisasi Perda kota Depok.
Depok, Suara-Publik.com - Selama 2 tahun saya bertugas liputan di kota Depok. Kota Depok yang strategis dengan berbagai kultur dan peradaban manusianya. Depok sungguh wilayah strategis untuk melakukan apa saja, bisnis, politik, LSM hingga Pendidikan. Banyak para pejabat yang tinggal di Depok, dari Kementerian hingga pejabat TNI Polri.
Bukan hanya pejabat, para budayawan kritis dan Kordinator Lapangan Demo di Jakarta pun tersebar di Depok. Namun sayang, para pejabat tinggi yang nota bene memiliki power di pemerintahan pusat, baik institusi maupun lembaga pemerintah seakan tidak berkutik dengan pejabat local di depok. Hal ini terbukti dengan penelitian KPK yang menyebut Depok sebagai kota ke 2 terkorup.
Demikian juga para Korlap Demo, seakan jadi macan ompong ketika menghadapi para pemimpin kota Depok. Mulai pejabat tingkat Kelurahan hingga Kepala Dinas, bahkan Nurmahmudi terkesan sangat sakti tiada tanding.
Nurmahmudi Walikota Depok memang sangat piawai dalam membangun kota Depok. Semasa kepemimpinannya Depok sangat maju pesat pembangunan infrastrukturnya. Hingga pemilihan Kepala Daerah ke 2 yang baru lalu, Nurmahmudi pun melenggang dengan mudah. Dukungan masyarakat depok tidak terbendungkan oleh kompetitornya. Terlepas itu ada permainan atau tidak, Nurmahmudi menunjukan kepaiawaianya dalam berpolitik. Bahkan dalam hal Korupsi pun, rupanya Nurmahmudi mendapat peringkat ke 2 se Indonesia. Inilah pemimpin sejati yang dicintai warga, walau kotanya dinobatkan ke 2 terkorup oleh KPK.(*)
Editor : Pak RW