Jakarta Suara-Publik.com - Direktur
Utama Bank DKI Eko Budiwiyono mengatakan bahwa,Bank DKI pada Tahun 2012
menargetkan penyaluran kredit menjadi Rp15,11 Triliun, meningkat 31,24 %
dibandingkan target Tahun 2011 Rp 11,51 triliun.Komposisi kredit consumer 43,9
% atau sebesar Rp 6,807 triliun,kredit komersial korporasi 30,2 % sebesar Rp
4,678 triliun,kredit Retail (Mortgage & Housing) sebesar Rp 2,510 triliun
atau 16,2�n pembiayaan Syariah sebesar Rp 1,518 trilun atau 9,8%,hal
tersebut disampaikan di Jakarta (27/12).
Selanjutnya Eko menyampaikan tentang
kinerja Bank DKI telah on track mencapai target rencana bisnis Bank DKI Tahun
2011.Per November 2011 Bank DKI telah menyalurkan kredit sebesar Rp 10,814
triliun atau 92,07�ri target 2011 sebesar Rp 11,745 triliun.Dana pihak
ketiga per November 2011 mencapai Rp 15,103 triliun atau 103,47%,dari target
Tahun 2011 sebesar Rp 14,597 triliun.Laba setelah pajak telah tercapai Rp
365,313 triliun dengan total asset per November sebesar Rp 19.329 triliun atau
101,83 �ri target Tahun 2011 sebesar Rp 18,981 triliun.
Untuk menjaga rasio kecukupan modal
(Capital Adequacy Ratio/CAR) pada kisaran 14 %,Bank DKI sedang menjajaki
pendanaan dari berbagai sumber.Dan Eko pun menjelaskan bahwa pada Tahun
2012 Bank DKI akan mendapatkan dana Rp 250 miliar dari Pemerintah Provinsi DKI
Jakarta dalam bentuk Penyertaan Modal Pemerintah (PMP). Selain itu,Bank DKI
juga berharap bisa mendapatkan dana sebanyak Rp 850 miliar -Rp 1 triliun dari
penawaran saham perdana (Initial Public Offering/IPO) yang ditargetkan
terlaksana pada semester kedua Tahun 2012.
Kedepannya Bank DKI juga sedang mempersiapkan perluasan jaringan diluar wilayah DKI Jakarta sebanyak 50 kantor layanan Bank DKI dibeberapa kota besar di Indonesia pada Tahun 2012.Bank DKI juga terus mengkaji untuk meluncurkan layanan nasabah prima (priority banking) dengan membidik sejumlah kontraktor kaya dilingkungan Pemerinntah Provinsi DKI Jakarta.
Bank DKI yang biasa dikenal sebagai Bank Pembangunan daerah merupakan Bank yang sahamnya 99,84 % dimiliki oleh Pemprov DKI Jakarta dan 0,16% dimilki oleh PD Pasar Jaya.Bank DKI melayani berbagai jenis jasa dan layanan baik konvesional dan syariah sebagaimana perbankan lainnya,mulai dari produk dana yaitu giro,tabungan monas,tabungan simpeda,tabunganku dan deposito juga melayani berbagai jenis kredit dan pembiayaan mulai kredit investasi, kredit modal kerja, kredit multiguna,KPR Griya Monas, kredit usaha rakyat (KUR) kredit KUMK Monas serta kredit-kredit lainnya.(Hesty)
Editor : Pak RW