Surabaya - Mutasi di lingkungan Pemprov Jawa Timur kembali bergulir. Sebanyak
10 pejabat eselon II, diantaranya Kepala BPBD Siswanto dan Kepala Dinas
Kesehatan (Kadinkes) Mudjib Affan dimutasi. Serta 79 orang pegawai eselon III.
Pejabat eselon II
yang dimutasi yakni Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Siswanto
yang dimutasi menjadi Staf Ahli Gubernur Jatim bidang kemasyarakatan dan SDM.
Siswanto digantikan Sudarman yang sebelumnya menjabat staf khusus gubernur.
Kepala Dinas
Kesehatan Mudjib Affan dimutasi sebagai Kepala Badan Perpustakaan dan
Kearsipan. Mudjib digantikan dr Budi Rahayu yang sebelumnya menjabat Wadir
Pelayanan Medik dan Keperawatan RSU dr Soetomo. Rahayu digantikan dr Kohar Hari
Santoso.
Sedangkan Kepala
Bappemas saat ini dijabat Zarkasi yang sebelumnya menjabat Pj Bupati
Jember/Inspektur Wilayah Jawa Timur. Kasatpol PP dijabat oleh Sutartib yang
sebelumnya mejabat sebagai Kabid Pembinaan Satpol PP Pemprov Jatim.
Bambang Sadono
menjabat Inspektur Wilayaha Prov Jatim. Kabiro Umum Stdaprov Jatim, dijabat
Bobby Soemiarsono dan Wadir Pendidikan Profesi dan Penelitian RSU dr Soetomo
dijabat dr Bangun Trapsila Purwaka.
Gubernur Jawa Timur
Soekarwo yang melantik 10 pejabat eselon II dan eselon III menyampaikan
sambutannya, bahwa menjadi pejabat baru harus memahami dan melaksanakan 3 hal
yakni, Substansi dalam organisasi, pemahaman struktur dan Kultur.
"Misalnya Pak
Zarkasi menggantikan Pak Totok. Substansinya menjadi relawan untuk mengentas
kemiskinan dan nggak ada pikiran lain. Itu rohnya di situ," katanya di
gedung negara Grahadi, Jalan Gubernur Suryo, Jumat (30/12/2011).
"Karena
menjadi kepala Bappemas, terus susah ditemui, kemudian pintunya ditutup. Dia
harus menjadi relawan," terangnya.
Sedangkan pemahaman
tentang struktur organisasi, gubernur meminta birokrat konsen menjalankan
tugasnya bukan turut menjadi politisi.
"Nggak boleh
birokrasi melenceng ke politik. Gubernur dan wagubnya politisi, tapi birokrasi
harus pada posisinya sesuai perundang-undangan," terangnya.
Gubernur yang biasa
disapa Pakde Karwo ini menegaskan, yang tidak kalah pentingnya, pejabat harus
memahami kultur. Alasannya, kultur merupakan salah satu poin penting menentukan
kesuksesan.
""Kultur
yang menentukan berhasil tidaknya. Dari semua yang berkembang, etika yang
menentukan kecerdasan seseorang," jelasnya.dtk
Editor :
Pak RW