suara-publik.com skyscraper
suara-publik.com skyscraper

'SEDOT' DANA MILIARAN, 44 HANGGAR UPS KOK 'LOYO' ?

avatar suara-publik.com
  • URL berhasil dicopy

DEPOK (suara-publik.com) - 44 Unit hanggar Unit Pengolahan Sampah (UPS) yang telah dibangun Pemerintah Kota Depok dengan menggunakan dana APBD hingga miliaran rupiah nampaknya belum dapat beroperasi secara maksimal dalam menangani permasalahan sampah di kota sejuta belimbing ini.

Tingginya volume sampah yang masuk ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipayung menunjukkan bahwa peran dan fungsi dari UPS belum berjalan maksimal.

Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kota Depok, Ulis Sumardi yang dikonfirmasi suara-publik.com pun membenarkan ihwal belum maksimalnya ke 44 unit hanggar UPS yang ada.

Menurutnya, hingga akhir 2011 lalu, hanggar UPS yang dapat beroperasi sebagaimana mestinya, baru sekitar 19 unit saja. Sementara sisanya (25 unit, red) belum dapat beroperasi dikarenakan berbagai sebab.

"Salah satu maksud pembangunan hanggar-hanggar UPS adalah untuk mengurangi volume sampah yang akan diangkut ke TPA. Jika UPS dapat berjalan maksimal, maka sampah dari masyarakat akan terpilah dan diolah terlebih dahulu di UPS sebelum diangkut ke TPA. Jika volume sampah yang dikirim ke TPA bisa ditekan, maka tentu saja akan memperpanjang usia dari TPA Cipayung yang saat ini kondisinya sudah tidak memungkinkan untuk menanpung semua sampah yang ada", papar Ulis menjelaskan.

Sementara terkait belum beroperasinya 25 unit hanggar UPS, Ulis mengatakan beberapa penyebab. Pertama, sebanyak 15 hanggar baru selesai di bangun pada akhir tahun 2011. Ke dua, 6 hanggar UPS yang pada tahun 2009 lalu sempat di cut off juga baru selesai dilanjutkan pembangunannya pada tahun 2011 dan penyebab ke tiga adalah sarana dan prasarana pendukung untuk 4 unit hanggar UPS belum selesai sehingga belum dapat dioperasikan.

Seperti diberitakan sebelumnya, Kepala Bidang (Kabid) Pelayanan Kebersihan, Rahmat Hidayat mengungkapkan bahwa perkiraan timbulan sampah yang dihasilkan masyarakat Kota Depok dalam setiap harinya bisa mencapai 4250 m kubik.

Dikatakan Rahmat, dari perkiraan volume jumlah tersebut, hanya 1200 m kubik sampah saja yang bisa tertangani (diangkut) ke TPA Cipayung, sementara yang diolah di hanggar-hanggar UPS hanya 600 m kubik saja.

Jika dilihat dari perkiraan hitungan diatas, artinya dalam setiap hari, ada sekitar 2450 m kubik sampah di Kota Depok yang tidak tertangani.

Jika saja ke 44 hanggar UPS yang sudah dibangun bisa beroperasi sebagaimana mestinya, mungkin volume timbulan sampah yang selama ini belum tertangani bisa diminimalisir.

Coba bayangkan. Jika dalam satu hari saja timbulan sampah yang tidak tertangani mencapai 2450 m kubik, lalu berapa juta m kubik sampah yang akan 'menggenangi' Kota Depok dalam setahun? (ferry sinaga)

Editor :