suara-publik.com skyscraper
suara-publik.com skyscraper

Akibat Keracunan Gas Belerang, 27 Warga Kalipahit Dilarikan ke Rumah Sakit.

avatar suara-publik.com
  • URL berhasil dicopy
Foto: warga yang keracunan dalam perawatan medis.
Foto: warga yang keracunan dalam perawatan medis.

Dilaporkan oleh : Mahfud Susyanto

BONDOWOSO, (Suara Publik) - Sedikitnya 27 orang warga dusun Watucapil, Krepekan, Margahayu, Kebun Jeruk dan Plalangan Desa Kalipahit Kecamatan Ijen, dilarikan kerumah sakit setempat, diduga akibat keracunan gas belerang dari kawah Ijen. Rabu sore, (21/3/2018) Menurut Sekretaris Camat (Sekcam) Kecamatan Ijen, R.Saudiyah Jordan.

Ada 27 orang yang diduga keracunan, sudah dievakuasi ke Puskesmas, sedangkan 2 orang langsung dirujuk ke rumah sakit dr.H.Koesnadi Bondowoso, untuk menpadat perawatan lebih intensif.

“Saat ini kondisi 2 orang yang dilarikan ke RS Bondowoso tersebut sudah membaik, tapi kita belum tahu apakan mereka sudah pulang atau belum,”kata Sekcam yang akrab dipanggil Jordan ini.

Sementara dusun-dusun yang terdampak itu, sekarang sudah kosong. Seluruh warga mengungsi ke rumah kerabat yang aman. Meski sudah kosong, ada sejumlah petugas dari TNI Polri yang berjaga-jaga disana. “Sambil menunggu hasil observasi dari pihak yang berwenang, warga tidak diperkenankan kembali ke rumah, dan menunggu dalam kondisi aman,”tegasnya.

Informasi yang dihimpun suara-publik.com, Diperkirakan adanya letupan pada permukaan kawah, kawasan Taman Wisata Alam Kawah Ijen. Pihak BKSDA menutup untuk kunjungan wisata, dimulai 22 Maret 2018.

Sebab, Letupan tersebut diperkirakan akibat dari perbedaan suhu yang sangat besar antara di bawah dan di atas permukaan kawah. Sehingga, akibat dari letupan tersebut gas dan bau belerang mengalir dan terbawa angin menuju ke arah barat.

Sementara itu, pihak Balai Besar KSDA Jawa Timur melalui Seksi Konservasi Wilayah V Banyuwangi dan Resort Konservasi Wilayah Kawah Ijen telah melakukan koordinasi dengan pihat terkait, termasuk Kepolisian Resort Bondowoso.

Bahkan, BKSDA juga telah melakukan kontak dengan Radio Amatir Penduduk Indonesia (RAPI) untuk komunikasi pelaksanaan selama penutupan kawasan. Mengingat di sekitar Kawah Ijen tidak terdapat sinyal telepon selular.

Akibat kejadian tersebut, petugas dari BKSDA Jatim dan Kepolisian telah melakukan penjagaan di pintu-pintu masuk menuju Paltuding untuk menghalau pengunjung yang datang.

Selanjutnya, pembukaan kembali Kawah Ijen akan dilakukan kemudian setelah kondisi dianggap aman bagi pengunjung.(*)

Editor :