Depok, (suara-publik.com) - Mesin UPS hasil tender lelang di LPSE Pemkot Depok yang dimenangkan oleh PT Karya Lamindo Widya Eka sebagai pemenang tender dengan harga penawaran senilai RP 4.820.000.000 miliar dari harga pagu yang ditawarkan panitia proyek lelang sebesar Rp 4.826.250,000 perbedaan sekitar Rp 6.250.000.000 atau dibawah 1 persen disorot kalangan LSM kota Depok .
Tender proyek mesin UPS di Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) kota Depok bulan Nopember 2011 tersebut sempat diwarnai pertanyaan dari beberapa kalangan LSM yang memantau proses lelang.
Pasalnya salah satu kontraktor CV Graha Cipta Sarana sempat menyanggah, karena diduga ada rekayasa untuk kemenangan PT KLWE yang beralamat di Sumatera Barat itu.
Menurut Ridwan Kabid Sampras DKP kota Depok, proses lelang sudah selesai sesuai prosedural, kami tinggal melaksanakan perintah dari atasan katanya kepada wartawan dikantornya Jalan Tole Iskandar tahun lalu.
Sementara ditempat terpisah, salah satu petugas yang menjaga gudang tempat penyimpanan mesin UPS mengatakan, mesin UPS baru 14 unit, dan masih ada unit mesin yang akan dikirim lagi katanya saat ditemui wartawan dilokasi jalan Merdeka Depok II tengah sambil melihat mesin UPS yang ber tuliskan enggin made in China. (Benny Gerungan)
Editor : Pak RW